BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka pencegahan penyakit infeksi seperti difteri, tetanus dan batuk rejan (pertusis), Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengintruksikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kudus untuk melakukan imunisasi Difteri Tetanus (DT).
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Ali Muhtadi mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi. Di antaranya adalah penyakit difteri, tetanus dan batuk rejan (pertusis).
“Pada bulan November mendatang akan diadakan Imunisasi Difteri Tetanus (DT) yang diperuntukan untuk kelas satu, dua dan kelas lima SD. Dengan tujuan agar anak semakin kebal dengan penyakit tersebut,” terangnya, Kamis (29/10/2020).
Selain rencana imunisasi DT, dia juga menjelaskan, terkait pelaksanaan imunisasi anak sekolah (BIAS) Measles Rubella (MR) yang sudah terlaksana pada September 2020 lalu. Imunisasi yang ditujukan untuk anak kelas satu SD serta MI itu sudah mencapai 97,3 persen.
Baca juga : Jamin Kesehatan Anak, Ganjar Minta Semua Puskesmas Tetap Layani Imunisasi
“97,3 persen itu dengan jemlah 13.326 siswa dari total sasaran kami sebanyak 13.690 siswa. Itu dari keseluruhan kelas satu SD ataupun MI di Kudus,” katanya.
Menurutnya, pencapaian hasil tersebut terbilang cukup bagus. Dalam proses pelaksanaan, pihaknya mendatangkan siswa secara bertahap. Hal itu dikarenakan pembelajaran siswa masih menggunakan sistem daring.
“Memang kondisi pandemi seperti ini harus bekerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah. Alhamdulillah capaian kali ini cukup tinggi,” bebernya.
Ia juga menambahkan, bahwa data tersebut berdasarkan laporan dari 19 Puskesmas di kudus. Dengan jumlah sekolah keseluruhan ada 417 SD negeri dan swasta, serta 150 MI dan empat SDLB.
“Bagi yang belum tersasar, petugas Puskesmas diminta minyisir di wilayahnya masing-masing hingga tuntas. Kami upayakan bisa tuntas semua,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

