31 C
Kudus
Jumat, November 27, 2020
Beranda Kisah Bisnis Kencur Beromzet...

Bisnis Kencur Beromzet Rp 1 Miliar Bangkrut, Rendy Bangkit Usaha Kebab Istimewa

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dapur sebuah rumah yang berada di RT 5 RW 1 Dukuh Patihan, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tampak seorang pria sedang sibuk. Dia terlihat mengambil adonan, kemudian dimasukan ke bawah alat ceples berpenggerak dongkrak. Pria tersebut yakni Rendy (28) pemilik usaha Kebab Istimewa.

Sembari beraktivitas, Rendy sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, merintis usaha Kebab Istimewa sejak tiga bulan yang lalu. Saat lagi ada wabah Covid-19. Sebelum merintis usaha makanan khas Timur Tengah tersebut, dia mengaku pernah beberapa kali merintis usaha lain. Antara lain, jualan kerang, hingga jualan tas, bisnis rempah dan bumbu dapur di Bali.

Video pembuatan Kebab Istimewa.

“Pertama kali saya merintis usaha pada tahun 2013, saat masih lajang. Saat itu saya usaha jualan kerang. Jualan kerang saya lumayan laris pada tahun tersebut, saya bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 500 ribu sehari,” ujar Rendy kepada betanews.id, Jumat (16/10/2020).

Baca juga : Dipecat Saat Pandemi, Bambang Tak Mau Nganggur dan Nekat Usaha Roti Burger

Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mengatakan, berjualan kerang sampai tahun 2018. Setelah menikah, karena ingin lebih sukses ia merantau ke Pulau Dewata. Di sana, ia dan istrinya berbisnis tas. Mengambil tas ke pengusaha konveksi di Kudus dan dijual di Bali. Namun sayang, usahanya itu tidak jalan. Sebab tas yang berada di bakul dibayar setelah laku.

“Dengan sistem pembayaran tersebut, mengakibatkan saya kehabisan modal. Uang yang di bakul juga banyak yang tidak terbayar,” bebernya.

Setelah usaha tasnya bangkrut, ia kemudian bekerja ikut orang di usaha penyuplai rempah dan bumbu dapur. Ia mengaku, bekerja ikut orang dua bulan. Setelah paham dengan bisnis tersebut, ia pun nekat merintis usaha jadi penyuplai aneka rempah dan bumbu dapur, dengan modal Rp 60 juta.

Ia menyuplai rempah dan bumbu di Bali. Di antaranya, kencur yang diambil dari Kudus, jahe, bawang merah dan putih, serta kemiri. Menurutnya, menekuni usaha tersebut bisa dibilang ia mengalami masa jaya. Bahkan ia punya gudang untuk menyimpan rempah dan bumbu dapur. Untuk penjualan, ia sampai mempekerjakan empat sales.

“Perputaran uang saya di bisnis rempah dan bumbu dapur itu mencapai Rp 1 miliar sebulan. Bahkan, saya saat itu bisa beli dua mobil dan kredit rumah,” ungkapnya.

Dia menuturkan, usaha jadi penyuplai rempah dan bumbu itu hanya bertahan beberapa tahun saja. Usahanya tersebut akhirnya gagal dan bangkrut setelah tiga kali pengiriman barangnya busuk dan harga turun drastis. “Saat itu usahaku langsung bangkrut dan saya juga masih menanggung utang lebih dari Rp 100 juta,” paparnya.

Saat bangkrut tersebut, ia mengaku stres. Dua bulan menganggur di Pulau Dewata, kemudian ia diajak istrinya pulang kampung ke Kudus. Kata istrinya, walaupun tidak punya uang yang penting di kampung sendiri kumpul bersama keluarga. Sesampai di Kudus, tuturnya, istri Rendi bekerja di pabrik sepatu di Jepara. Namun, sejak ada pandemi, istrinya terkena imbasnya, dan jadi satu di antara pekerja yang diberhentikan.

“Kami berdua pun jadi pengangguran semua. Saat menganggur itulah, pikiran saya tergugah. Saya harus bangkit dan mulai usaha lagi,” tuturnya serius.

Baca juga : Cari Kuliner Ramah Kantong Mahasiswa? Daksayini Burger Kebab Tempatnya

Dia menuturkan, sejak saat itu, tepatnya tiga bulan yang lalu, ia mulai merintis usaha Kebab Istimewa. Awalnya ia punya satu outlet untuk menjual kebab. Namun dengan berjalannya waktu, Kebab Istimewa makin diminati, kini ia punya dua outlet. Dia bersyukur meski penghasilan dari jualan kebab belum sebanyak bisnis kencur, tapi setidaknya hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Intinya saya bersyukur Mas. Meski hasilnya masih sedikit, kami syukuri, hidup tenteram di pikiran juga ayem. Sebab jujur saat saya di usaha kencur, uang banyak tapi saya tidak bisa tidur nyenyak,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,184FansSuka
13,973PengikutMengikuti
4,307PengikutMengikuti
23,029PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

UMK Eks Karesidenan Pati, Rembang Terendah Kudus Tertinggi

BETANEWS.ID, MAGELANG - Upah Minimum Kabupaten (UMK) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020. Kenaikannya bervariasi mulai dari...

Kue Kamir Khas Arab, Pertama di Kudus yang Kini jadi Primadona

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan KH Ahmad Dahlan sebelah barat Perempatan Sucen, Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus tampak terlihat kedai penjual...

Awalnya Hanya Hobi Ternak Ikan Guppy, Gankzoe’s Malah Mampu Ekspor

BETANEWS.ID, KUDUS - Di ruangan sebuah rumah yang berada di RT 8 RT 3 Gang Sendrong, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten...

Nganggur 8 Bulan Akibat Pandemi, Ari Bangkit Jualan Tanaman Hias di Tepi Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi jalan sebelah lapangan sepak bola Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak mobil pikap yang mengangkut...

Tolak Gaji Rp 25 Juta Per Bulan di Jepang, Safuan Pilih Rintis Usaha Produksi Pupuk Organik

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa pria tampak sedang sibuk di sebuah pekarangan di Dukuh Bonajar RT 2 RW 6, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe,...

Pemkab Kudus Tak Larang Gelar Pesta Pernikahan, tapi Jangan Ada Panggung Hiburan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menegaskan tidak pernah melarang gelaran pesta pernikahan selama masa pandemi. Namun, pihaknya terus mengimbau pelaksanaannya...

IAIN Salatiga Ciptakan Aplikasi Belajar Daring yang Diklaim Ungguli Google Clasroom

BETANEWS.ID, SALATIGA – Seorang pria terlihat sedang sibuk mengoperasikan komputer di sebuah ruang Gedung Rektorat IAIN Salatiga, Senin (12/10/2020). Tangannya tampak cekatan...