BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Suryo Kusumo Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tampak seorang pria paruh baya sedang sibuk di teras rumah. Terlihat dirinya sedang mengumpulkan ratusan bilah bambu kecil-kecil yang sudah dirapikan. Bilah bambu itu kemudian dirangkai menggunakan tali nilon, sehingga berbentuk kerai. Pria tersebut adalah Ngusman (61), pengrajin kerai bambu.
Di sela aktifitasnya tersebut, Ngusman pun sudi berbagi kisah tentang aktifitasnya. Dia mengatakan, mulai menekuni kerajinan bambu sejak lima tahun yang lalu. Sebelumnya, ia bekerja di pabrik kertas di Kudus selama puluhan tahun.

“Saya sebenarnya di tahun 1980 saat masih remaja pernah ikut bikin kerajinan dari bambu. Namun setahun berselang kerja di pabrik, dan membuat kerajinan dari bambu itu saya tinggalkan dulu,” ujar Ngusman kepada Betanews.id, Kamis (10/9/2020).
Baca juga: Terkenal Berkualitas dan Murah, Furnitur Bambu Mbak Sol Tembus Pasar Ekspor
Setelah pensiun dari pekerjaannya pada 2015, daripada menganggur dia pun pernah mencoba bekerja jadi tukang bangunan hingga tukang ojek Menara. Namun, dia mengaku tidak kuat dan tidak kerasan.
“Karena tidak kerasan bekerja itu, saya kemudian memutuskan untuk bikin kerajinan bambu. Satu di antaranya kerai,” ungkapnya.
Dia membuat kerai bambu dengan berbagai jenis. Ukuran 2 X 2 meter harganya Rp 170 ribu, 2 X 1,5 meter Rp 120 ribu, 1 X 2,5 meter Rp 125 ribu, dan 90 sentimeter X 2,5 meter Rp 110 ribu.
“Yang saya bikin rutin itu ukuran 2 X 2 meter dan 1,5 X 2 meter. Sebab kerai ukuran tersebut terkadang dibeli bakul. Kalau di luar ukuran tersebut biasanya pesanan,” ungkapnya.
Baca juga: Mbah Parwan Kewalahan Penuhi Orderan Layangan, Setiap Buat Langsung Habis
Lebih lanjut, untuk membikin kerai bambu itu tergantung ukuran yang dibikinnya. Ukuran paling lebar paling sehari dapat satu lembar. Namun, kalau ukuran yang paling kecil, ia bisa dapat dua lembar sehari.
“Yang lama itu motong bambu, belah bambu, serta merapikannya. Sebab untuk pembuatan satu kerai, bisa menghabiskan dua sampai enam batang bambu ukuran lima meter,” jelasnya.
Empat tahun membuat kerajinan kerai bambu, ia mengaku sudah punya banyak pelanggan. Selain orang Kudus atau para bakul setempat, terkadang juga ada pesanan dari Jepara. Selain bikin kerai, ia juga buat kandang ayam dengan berbagai ukuran.
“Setidaknya dengan bikin kerajinan kerai saya punya kesibukan di hari tua. Tidak mengikat kerjanya santai, tapi hasilnya juga lumayan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

