BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras sebuah rumah RT 01 RW 03 Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, tampak penuh dengan onderdil sepeda bekas. Di antara onderdil itu terlihat seorang pria paruh baya sedang sibuk merestorasi sepeda gunung bekas. Pria tersebut yakni Noor Kuat (56) pemilik usaha jual beli sepeda bekas.
Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Kuat itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, merintis usahanya tersebut sudah 17 tahun. Menurutnya, sebelum terjun di usaha jual beli sepeda bekas, dia belasan tahun menekuni usaha jahit. Namun, karena usaha jahitnya terimbas krisis moneter 1998, ia pun cari sampingan usaha jual beli sepeda bekas.

Baca juga : Sepeda Bekas Ramai Diburu Sejak Pandemi Corona
“Pada waktu itu ekonomi sulit. Jadi saya cari sampingan usaha yang modal murah dan untungnya berlipat. Menurutku usaha yang modalnya murah dan banyak untungnya ya jual beli sepeda bekas,” ujar Kuat kepada betanews.id, Senin (7/9/2020).
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menjelaskan cara usahanya tersebut. Dia menuturkan, membeli sepeda rongsokan, atau sepeda yang sudah lama ndongkrok. Kemudian sepeda tersebut direstorasi ulang sehingga seperti baru, lalu dijualnya.
“Otomatis dengan sistem tersebut, keuntungan bisa maksimal. Bahkan bisa sampai dua kali lipat,” bebernya.
Dia mengatakan, menyediakan aneka jenis sepeda bekas hasil restorasinya. Dari sepeda untuk anak – anak yang dibanderol Rp 200 ribu per unit. Sepeda BMX bekas dijual dengan harga Rp 350 ribu. Sepeda mini bekas dilepas dengan harga Rp 300 ribu. Serta sepeda gunung yang dipatok mulai harga Rp 900 ribu.
Selain sepeda, lanjutanya, ia juga menjual aneka onderdil sepeda bekas. Menurutnya, di tempatnya itu menyediakan onderdil sepeda komplit. Dari aneka kerangka jenis sepeda, setang, tiang setang, sedel, tiang sedel, roda lengkap, pelek, ruji, gir, rotel, rantai, ruji, ban, rem, shifter dan lain sebagainya.
“Semua onderdil sepeda di sini komplit. Serta semua tersedia. Selain jual saya juga menerima pesanan restorasi sepeda,” tandasnya.
Baca juga : Untung Hingga 200 Persen, Hasan Pilih Jualan Sepeda Bekas daripada Baru
Dia mengungkapkan, puluhan tahun jualan sepeda dan onderdil bekas, sudah punya banyak pelanggan. Selain dijual di lapaknya di Pasar Babe (barang bekas) Kudus. Sepeda hasil restorasinya itu diambil para bakul di Kudus.
“Selain di Kudus, saya juga punya beberapa pelanggan di lain daerah. Di antaranya di Jepara, Demak, Purwodadi, serta Pati,” bebernya.
Editor : Kholistiono

