BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sibuk di teras rumah di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus. Di terlihat memperbaiki sepeda gunung. Sedangkan, di dalam ruangan rumah tampak beberapa sepeda yang selesai direstorasi. Sedangkan di teras menumpuk berbagai macam onderdil sepeda bekas. Sepeda dan onderdil bekas penjualan meningkat sejak pandemi.
Pemilik usaha jual beli sepeda dan onderdil bekas tersebut yakni Noor Kuat (56) menuturkan, sejak ada pandemi tren gowes melanda seluruh negeri. Hal tersebut otomatis mendongkrak penjualan aneka jenis sepeda. Termasuk juga penjualan sepeda bekas dan onderdil bekasnya.

Baca juga : Gudang Sepeda Milik Fais, Surganya Spare Part Baru dan Bekas di Kudus
“Sejak ada pandemi penjualan sepeda bekas dan onderdil bekas mengalami peningkatan. Bahkan saya sampai kewalahan, dan sering kehabisan stok,” ujar pria yang akrab disapa Kuat kepada betanews.id, Senin (7/9/2020).
Akibat dari kehabisan stok itu, tuturnya, menjadikan harga sepeda dan onderdilnya ikut mengalami kenaikan. Bahkan katanya, kenaikan harga onderdil sepeda itu bisa dua kali lipatnya. Meski begitu, pembeli onderdil dan pemesan sepeda bekas tetap tinggi.
“Masa pandemi Corona benar – benar jadi keberuntungan para penjual sepeda dan onderdilnya. Harga naik tinggi tapi masih saja banyak yang beli,” tandas pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.
Pria yang juga punya kios di Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus itu mengatakan, menjual aneka sepeda bekas dan onderdil sepeda bekas. Di antaranya sepeda untuk anak – anak, sepeda BMX, sepeda mini serta sepeda gunung.
Baca juga : Harga Meroket, Peminat Sepeda Bekas di Toko Hasan Tetap Tinggi
Selain aneka sepeda, dia juga menyediakan aneka onderdil sepeda bekas. Di antaranya, aneka rangka sepeda bekas harganya sekitar Rp 200 ribu. Sepasang pelek dibanderol Rp 60 ribu. Shifter bekas Rp 100 ribu, rem bekas Rp 15 ribu. Ada juga gir Rp 30 ribu, rotel Rp 40 ribu, ban bekas dihargai Rp 25 ribu, serta masih banyak lagi.
“Di sini bisa dibilang lengkap. Aneka onderdil sepeda bekas ada semua. Pokoknya dijamin komplit,” ucapnya yang berharap bisa punya toko besar di rumah, agar bisa memajang rapi aneka onderdil sepeda bekasnya.
Editor : Kholistiono

