BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan sepeda bekas tampak terjejer rapi di salah satu los di blok sepeda Pasar Baru Kudus. Los yang berada di tengah antara los lainnya itu tampak ramai pengunjung. Di dalamnya, Seorang pria mengenakan kaus merah berkerah terlihat ramah melayani semua pelanggannya. Pria tersebut adalah Ahsanul Hadi (34), pemilik toko sepeda bekas Hasan.
Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Hasan itu berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengaku sudah berjualan sepeda sekitar 12 tahun. Dari yang semula hanya bantu ayahnya hingga sekarang berdiri sendiri. Menurutnya, memilih berjualan sepeda bekas, karena dianggap lebih menguntungkan daripada sepeda baru.

“Kalau saya pribadi berjualan sepeda bekas saat ini lebih menguntungkan. Sebab saat ini harga sepeda baru tidak stabil dan masih naik terus. Bahkan, keuntungan jualan sepeda bekas itu bisa 200 persen,” ujar Hasan kepada Betanews.id, Rabu (1/7/2020).
Baca juga: Harga Meroket, Peminat Sepeda Bekas di Toko Hasan Tetap TinggiÂ
Warga Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menuturkan, di tokonya menyediakan aneka sepeda bekas. Dari sepeda untuk anak-anak, remaja, dan dewasa, baik untuk cewek dan cowok. Harganya juga sangat bervariasi, tergantung kondisi sepeda itu sendiri.
“Harga sepeda untuk anak-anak berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per unit. Kalau BMX mulai Rp 400 ribu sampai Rp 1,5 juta per unit, dan sepeda MTB harganya mulai Rp 1 juta per unit,” rinci Hasan.
Di tokonya, pria yang sudah dikaruniai satu anak itu menjual sepeda bekas ecer dan grosir. Bahkan, ia juga punya pelanggan para bakul sepeda dari kota lain. Di antaranya Demak, Jepara, Purwodadi, Pati, hingga Rembang. Dalam sehari, ia mengaku, minimal mampu menjual 10 unit sepeda.
“Jumlah itu sepeda yang dibeli pelanggan ecer, ya. Kalau ada bakul datang, yang terjual bisa berkali-kali lipat. Karena biasanya pelanggan saya yang bakul itu sekali beli bisa 15 sampai 20 unit sepeda. Itu baru bakul satu belum bakul lainnya,” ungkapnya.
Baca juga: Bengkel Pak Pwa, Saksi Sejarah Perjalanan Sepeda di Kudus
Dia mengungkapkan, di antara penjual sepeda bekas yang ada di Kudus, bisa dibilang tokonya yang paling murah. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika los sepedanya paling ramai di antara lainnya.
“Semoga saja usaha jualan sepeda saya makin lancar. Serta pelanggan makin banyak,” harap Hasan mantab.
Editor: Ahmad Muhlisin

