Menilik Usaha Jual Pisang Ambon yang Kini Punya Lima Cabang di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan sebelah barat Taman Krida, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus, tampak beberapa orang sedang membongkar pisang dari sebuah wadah besar. Pisang-pisang itu kemudian ditata di sebuah lapak yang dijaga seorang wanita. Wanita tersebut adalah Nadya Septiana Putri (28) Pemilik Istana Pisang Ambon.

Wanita yang akrab disapa Nadya itu menuturkan, sejak buka enam bulan lalu, pisang ambon yang didatangkannya dari Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang itu cukup banyak peminat. Bahkan, kini dia sudah punya enam cabang yang tersebar di Kota Kretek, yaitu di Desa Rendeng, Tanjung Karang, Wergu Wetan (Ngedok), Gang 1, dan di Jalan Menur.

Lapak Istana Pisang Ambon di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus. Foto: Kaerul Umam.

Alhamdulillah sekarang sudah punya lima cabang yang tersebar di daerah Kudus. Tapi hanya di pinggir jalan. Karena menyewa tempat itu mahal, mending uangnya untuk mengembangkan usaha dulu,” ujar Nadya kepada betanews.id, Sabtu (19/9/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Baru Buka, Sehari Satu Ton Buah Bisa Terjual di Toko Buah Sae Cabang Ketiga

Wanita yang sudah memiliki dua anak itu menceritakan, awal mula merintis penjualan pisang ambon karena di Kudus belum ada yang menjual. Menurutnya, prospek jualan pisang tersebut bisa diandalkan.

Di Istana Pisang Ambon, Nadya menjual tiga jenis pisang tersebut, yakni pisang ambon lokal, pisang ambon Sumatra. Soal rasa kurang lebih sama, hanya beda di tekstur buahnya saja.

“Secara kualitas sama, tapi yang membedakan antara pisang ambon lokal dan pisang ambon Sumatra itu pada tekstur pisang yang kematangan. Jika pisang ambon lokal lembek, pisang ambon Sumatra teksturnya masih keras,” katanya.

Baca juga: Kembang Buah, Toko Buah dengan Harga Paling Murah di Kudus

Setiap harinya, lapak yang dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB itu bisa menjual 100 keranjang (sisir). Sedangkan harganya itu kisaran mulai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung besar kecil dari pisang tersebut.

“Dengan berjalannya waktu, usaha yang saya tekuni ini semoga bisa maju, lancar, sukses dan bisa punya kios atau toko yang berkembang,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER