BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah emas batangan tampak di etalase yang berada di Kantor Pegadaian Kudus. Dua orang pria di sana terlihat sedang melihat emas tersebut. Satu diantara mereka adalah Mohammad Jalu Rajasa (28), Marketing Executive PT Pegadaian Area Pati. Dia menjelaskan tentang mudahnya investasi emas di Pegadaian.
Syarat untuk membuka tabungan emas di Pegadian cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang Rp 56 ribu untuk pembukaan rekening. Setelah membuat rekening tabungan, akan otomatis ada saldo 0,1 gram emas.

“Uang tersebut digunakan untuk biaya administrasi Rp 10 ribu, pemeliharaan tahunan Rp 30 ribu. Kemudian biaya materai Rp 6 ribu dan saldo mengendap 0,1 gram,” kata Jalu sapaan akrabnya.
Baca juga: Investasi Emas di Pegadaian yang Menguntungkan dan Minim Risiko
Dia juga mengungkapkan, jika pihaknya saat ini sedang melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mulai berinvestasi emas. Menurutnya, masyarakat di Indonesia sudah akrab dengan emas, tetapi mayoritas masih menggunakan emas untuk gaya hidup.
“Akhirnya kita melakukan edukasi dengan memunculkan produk bernama mulia. Bisa dibeli cash, angsuran, dan arisan. Ini program investasi yang aman dan menguntungkan,” terangnya, Rabu (23/9/2020).
Baca juga: Kumpulkan Sampah Plastikmu, Mulai Agustus Mendatang Bisa Ditukar dengan Emas
Bahkan, sekarang sudah ada anak perusahaan Pegadaian khusus produk emas, yaitu Galeri 24. Dengan adanya Galeri 24, pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan di sana.
“Karena banyak masyarakat yang merasa berat jika membeli emas secara cash. Kemudian muncullah tabungan emas di Pegadaian. Dengan begitu masyarakat bisa membeli emas mulai dengan 0,1 gram. Tentu itu sangat terjangkau,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

