BETANEWS.ID, KUDUS – Empat orang pria tampak sedang duduk di sebuah kedai yang berada di Jalan Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (11/8/2020) siang itu. Mereka rupanya baru saja selesai mempersiapkan berbagai hal sebelum buka. Salah satunya adalah Erick Eriawan (22), owner dari Kopi Rata Kiri Kudus.
Lelaki yang sehari-hari melatih bulutangkis di salah satu klub di Kota Kretek itu bercerita, brand Kopi Rata Kiri sendiri merupakan waralaba dari Solo. Pemilihan kerja sama itu lantaran dirinya belum paham betul dunia kopi. Sehingga, dengan cara itu, Erick bisa sambil belajar.

“Jadi ini langkah awal untuk impian saya. Sudah lama ingin buka coffee shop karena saya suka ngopi. Tapi baru kali ini terealisasi,” papar Erick.
Baca juga: Harganya Cocok untuk Orang Kudus, Kopi Rata Kiri Memang Bikin Betah Saat Nongkrong
Rintisan bisnis kopi ini juga sebagai pengisi waktu selanya, lantaran jadwal melatih di Amerika Serakat harus ditunda gara-gara ada pandemi Covid-19.
Sebagai pendatang baru, diakui Erick cukup menyenangkan baginya mencoba bisnis kopi. Banyak hal yang ia pelajari, termasuk masukan dan sambutan dari berbagai pebisnis kopi lain yang lebih senior. Bahkan, ia sendiri akhirnya semakin mantap untuk serius di bisnis tersebut meskipun awalnya diragukan oleh orang-orang terdekatnya.
“Dulu sempet diragukan, bahkan sejak memutuskan untuk keluar kuliah dan fokus menjadi pelatih, terus akhirnya buka coffee shop sendiri, ya banyak yang menyayangkan. Istilahnya nggak ada yang percaya dengan apa yang saya impikan,” bebernya.
Baca juga: Kopinya Enak Harganya Merakyat, Kopi Cilik Tempatnya
Keputusannya tidak melanjutkan kuliah kala itu karena ia merasa lebih nyaman untuk menjadi atlet badminton. Setelah tujuh tahun melalang buana menjadi atlet di PB Djarum, Erick memberanikan diri untuk menjadi pelatih hingga sering dikontrak oleh beberapa klub luar negeri. Dari sanalah, ia memiliki modal untuk memulai membuka Kopi Rata Kiri sebagai usaha impiannya.
“Ini tadi baru saja melatih yang di klub (bulutangkis) sini. Karena kesibukannya dari dulu memang di badminton dan beberapa tahun terakhir menjadi pelatih di salah satu klub,” tukas Erick.
Editor: Ahmad Muhlisin

