BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pelajar tampak duduk di sebuah ruang tamu salah satu rumah di Desa Jurang, RT 01 RW 05, Kecamatan Gebog, Kudus. Satu di antara mereka, yakni Saniyatun Nugraheni (16), yang sedang belajar di sana. Dirinya merasa senang karena ada fasilitas WiFi gratis di dari Ansor. Menurutnya, WiFi tersebut sangat membantu.
Ditambah lagi, pemilik rumah yang merupakan gurunya, sehingga bisa sekalian bertanya jika ada kesulitan. Saniya begitu dia akrab disapa, selama belajar di rumah secara daring, kebutuhan kuota internet menjadi bertambah.

Baca juga : Ansor Kudus Targetkan Free WiFi di 100 Lokasi untuk Belajar Daring
“Selain terbantu bisa belajar, saya juga jadi lebih hemat kuota. Karena selama belajar di rumah kebutuhan kuota saya yang sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu,” terangnya kepad betanews.id, Kamis (13/8/2020).
Sementara itu, Eko Hartanto (33), Ketua Ranting Ansor Desa Jurang menambahkan, jika dirinya memang sudah memasang WiFi sejak dua bulan yang lalu. Memang sudah digunakan saudara dan tetangganya.
“Jadi ini memang sudah saya pasang sejak dua bulan yang lalu. Tentu saya merasa senang dan mendulung program ini. Saya persilakan jika ada warga yang ingin belajar di sini,” terangnya.
Guru di MA NU Ibtidaul Falah Samirejo, Kecamatan Dawe, Kudus itu, selain memfasilitasi WiFi gratis juga mendampingi siswa dan siswi yang belajar di sana. Saat dirinya tidak sibuk, akan meluangkan waktu untuk melakukan pendampingan belajar.
Baca juga : Tukang Ojek Ini Sediakan Internet Gratis untuk Siswa Belajar Daring
“Mengingat siswa dan siswi di sini menengah ke bawah. Harapan saya dengan adanya WiFi gratis, bisa menambah semangat belajar mereka di masa pandemi seperti ini. Saya juga pernah tanya kebutuhan kuota mereka, biasanya dalam sebulan mulai Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu,” katanya.
Jadi kebutuhan kuota warga di sini rata-rata sekitar Rp 50 ribu selama satu bulan. Saat ini di Ansor Ranting Jurang sendiri sudah ada empat titik lokasi, dan masih mungkin untuk ditambah.
Editor : Kholistiono

