BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus saat ini sudah masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19. Status perubahan zona tersebut dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di laman covid19.go.id.
Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi, perubahan dari zona merah menjadi zona oranye sudah terjadi sejak tanggal 9 Agustus 2020. Menurutnya, Satgas penanganan Covid-19 pusat sudah melakukan evaluasi mingguan sejak tanggal 9 Agustus.
“Sejak 9 Agustus sudah oranye. Tapi baru terupdate dalam linknya hari ini,” tuturnya, Rabu (12/8/2020).
Baca juga : Hartopo Targetkan Dua Pekan Kudus jadi Zona Oranye
Dia menjelaskan, faktor yang menyebabkan berubahnya warna dari zona risiko tinggi menjadi risiko sedang di antaranya yakni faktor penurunan jumlah kasus dari dua pekan yang lalu. Selanjutnya, faktor lainnya yakni terkait daya tampung rumah sakit rujukan di Kudus.
Menurutnya, dari meningkatnya kasus Covid-19 di dua pekan yang lalu, kasus Covid-19 di Kudus mencapai 1.066 kasus. “Jadi nanti tiap minggu ada evaluasi,” jelasnya.
Namun, meskipun saat ini Kudus menjadi zona oranye, masyarakat harus tetap waspada. Menurutnya per tanggal 12 Agustus 2020, terdapat penambahan kasus terkonfirmasi positif 31 orang. Namun untuk angka kesembuhan hanya 16 orang.
“Protokol kesehatan harus tetap jalan. Agar Kudus tidak kembali ke zona merah,” jelasnya.
Andini memberitahukan, dari total keseluruhan kasus Covid-19 di Kudus mencapai 1.066 kasus. Sejumlah 848 kasus berasal dari dalam wilayah dan 218 kasus dari luar wilayah.
Baca juga : Ini Alasan Kudus Tidak Terapkan Karantina Wilayah, Meski Kasus Covid-19 Capai 854
Dia menjelaskan, 1.066 kasus terdiri dari pasien dirawat 99 orang, melakukan isolasi mandiri 285 orang, satu orang di rujuk, 551 orang sembuh dan 130 orang meninggal.
Menurutnya, bagi pasien yang ingin sembuh cepat, mereka harus melakukan pola makan sehat dan konsumsi vitamin C dengan dosis tinggi. Selanjutnya, faktor psikis dijaga dan tentu mendapatkan dukungan dari keluarga.”Tak kalah pentingnya doa. Segala sesuatu adalah kehendak Tuhan,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

