BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan kendaraan bermotor terlihat mengantre di SPBU Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sementara itu, suasana kantor nampak cukup sepi. Terlihat seorang pemuda berpakaian batik warna merah muda masuk untuk bertemu Ahmad Shiddiq (29), selaku pengawas SPBU.
Pemuda tersebut ternyata salah seorang pelamar kerja yang memasukkan lamaran sebagai operator SPBU. Sesuai dengan pengumuman yang disebarkan oleh pihak SPBU Kedungdowo pada Selasa, 5 Agustus 2020 hari terakhir untuk penyerahan berkas lamaran.
“Sebenarnya loker ini baru dibuka kemarin dan ditutup hari ini (Rabu) pukul 15.00 WIB, sesuai jam kerja kantor. Ternyata pelamarnya sangat membeludak,” papar Ahmad, Rabu (5/8/2020).

Baca juga : SPBU Papringan Kaliwungu Tak Layani Konsumen yang Tidak Pakai Masker
Lelaki asli Jakarta yang telah lama hidup di Kudus itu mengatakan, jika kondisi semacam ini baru ia temui. Ia menyebut, jika berkas lamaran yang masuk, baik itu secara online melalui email, sekaligus secara hardfile yang diserahkan langsung ke kantor hampir 100 buah. Padahal, posisi yang dibutuhkan hanya satu orang karyawan.
“Ini pertama kali menemui kondisi seperti ini. Sebelum-sebelumnya kami pasang info lowongan pekerjaan sampai sebulan, bahkan sampai kami iklankan juga, paling banyak yang melamar sekitar 10 orang. Pernah juga cuma 1 orang, dan langsung kami terima. Dan saat ini, di luar dugaan, padahal kami hanya memasukkan di story WA dan Intagram,” ungkap dia.
Mengenai banyaknya pelamar, Ahmad menjelaskan jika posisi yang dibutuhkan guna mengganti posisi operator sebelumnya. Di mana sang operator lama kini naik jabatan di bagian kasir SPBU, menggantikan kasir lama yang pensiun.
“Ternyata yang antusias sebanyak ini. Kasihan kalau masih ada yang mau masukin, padahal sudah berharap banyak. Ya lebih baik kami stop saja, lalu segera kami periksa bekasnya untuk tahap selanjutnya,” kata dia.
Tahapan seleksi usai pengumpulan berkas, Ahmad katakan membutuhkan waktu setidaknya 3 hari. Setelah itu, pelamar yang lolos berkas administrasi akan dihubungi via WhatsApp. Lalu tahap selanjutnya berupa tes tertulis. Untuk tes tertulis sendiri, Ahmad mengatakan kemungkinan besar secara online, melalui google form.
“Karena masih masa pandemi semacam ini, kami masih mempertimbangkan apakah tes tertulis harus datang langsung ke sini apa enggak. Karena kami juga tetap waspada, di masa pandemi semacam ini. Kemungkinan besar melalui google form, tapi pertimbangannya nanti kalau ada peserta yang tidak mengerti atau tidak ada fasilitas tersebut,” kata dia.
Setelah itu, pelamar yang lolos akan menjalani tahap akhir seleksi oleh HRD SPBU melalui video call atau telepon. Ahmad menduga, membeludaknya pelamar yang memasukkan lamaran tidak lain karena masa pandemi yang masih ada. Sehingga, ia tak heran jika banyak orang yang mencari pekerjaan.
Baca juga : Konsumsi BBM Jenis Solar di Kudus Merosot Tajam
“Kalau biasanya kita susah mencari karyawan, kali ini malah bingung menyeleksi. Saking banyaknya. Ya karena pandemi yang membuat banyak orang kemudian kehilangan pekerjaan dan butuh pekerjaan. Tapi memang kali ini kami cuma membutuhkan satu orang di posisi tersebut yang akan mulai aktif kerja di bulan September,” papar dia.
Untuk perekrutannya, Ahmad menegaskan, jika ia dan tim selalu mengedepankan sportivitas, tanpa ada unsur Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN). Oleh karena itu ia berharap, nantinya pelamar yang terpilih bisa menjadi bagian tim yang solid dan pekerja keras.
Editor : Kholistiono

