31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Temukan Manipulasi Data saat Verifikasi PPDB, Ganjar: ‘Tidak Ada Toleransi’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemukan adanya calon siswa yang memanipulasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Temuan itu didapatkannya saat meninjau proses verifikasi PPDB di SMAN 1 Semarang, SMKN 4 Semarang, dan SMKN 8 Semarang, Jumat (3/7/2020) sore.

Mendapati itu, Ganjar kembali menegaskan tidak akan mentoleransi calon siswa yang terbukti memanipulasi data dalam verifikasi PPDB SMA/SMK Negeri. Terutama terkait surat keterangan domisili (SKD) atau data lain yang tidak sesuai setelah diklarifikasi.

“Di SMA tadi ada, agak mirip sih, SKD ditemukan meskipun tidak terlalu banyak. Nanti setelah kita tahu kondisinya seperti apa baru kita putuskan. Tetapi kita tidak akan kasih toleransi (manipulasi data),” ungkap Ganjar.

-Advertisement-

Ganjar mengatakan, sedikitnya jumlah temuan tersebut merupakan efek dari peringatan yang diberikan saat awal-awal pendaftaran. Setelah itu, memang banyak calon siswa yang mencabut berkas yang tidak sesuai.

“Jadi saya terima kasih kepada wali murid dan muridnya sendiri karena mau jujur, tetapi yang tidak (jujur) hari ini ketahuan,” jelasnya.

Baca juga: Sidak Verifikasi PPDB, Ganjar Tegaskan Akan Coret Siswa yang Curang

Sementara untuk verifikasi di SMKN, Ganjar tidak banyak menemukan persoalan SKD, lantaran SMKN tidak menerapkan sistem zonasi. Permasalahan yang ditemukan hanya soal klarifikasi terkait lampiran untuk jalur prestasi dan afirmasi.

“Nah, tadi yang prestasi perlu ada klarifikasi beberapa angka rapor, (persoalan) kecil-kecil sih. Terus yang afirmasi, ya beberapa surat keterangan ditemukan, tetapi tidak terlalu banyak,” katanya.

Kunjungan ke tiga sekolah tersebut dilakukan Ganjar untuk memastikan proses verifikasi PPDB berjalan lancar. Sebelumnya, Ganjar juga sempat sidak di SMAN 3 Semarang untuk melihat dan memastikan tahapan proses verifikasi.

“Maka kita minta bapak-ibu guru semua bisa mengklarifikasi dengan baik. Kemarin banyak kegamangan, waktunya cukup tidak ya, bisa nggak ya, ruwet nggak ya, dan ternyata gampang, tidak ruwet,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Jumeri menambahkan, karena proses verifikasi masih berjalan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan jumlah pelanggaran atau temuan ketidakcocokan data saat verifikasi PPDB.

Baca juga: Ganjar Minta Kepala Sekolah Tak Main-Main dalam Verifikasi Calon Siswa

“Temuan belum kita rekap, jadi masih jalan. Ternyata teman-teman membagi dalam delapan hari sehingga tidak bisa langsung jadi. Masih sampai besok Selasa. Memang ada SKD ditemukan tidak pas, ada yang sertifikat atau piagam tidak pas. Tapi secara umum sudah bagus karena begitu kita beri peringatan sudah banyak yang nyabut,” katanya.

Terkait pemberian sanksi, Jumeri menjelaskan akan diputuskan melalui sidang. Tentunya setelah hasil temuan direkapitulasi.

“Temuan dalam verifikasi akan disidangkan. Untuk keputusan “cut” itu ada keputusan sidang yang kita buat supaya lebih adil, tidak sepihak. Sejauh ini belum ada yang disidangkan, nanti di akhir verifikasi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER