31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Jual Sapi Harga Puluhan Juta, Pelanggan Rasid dan Anwari Banyak dari Jakarta

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu dua orang sedang memberi makan sapi di sebuah kandang yang berada di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Puluhan sapi tersebut tampak lahap sekali menghabiskan jatah makan berupa bekatul dicampur ampas tahu dan sedikit garam. Lokasi tersebut merupakan tempat penggemukan sapi milik Rasid.

Menurut adik Rasid yakni Anwari (38), saudaranya itu mulai menekuni usaha jual beli sapi sejak 2000. Bersama dirinya, sebelum ternak sapi mereka terlebih dulu kerja sebagai buruh pembuat bata. Hasil dari kerja itu, kemudian ditabung untuk membeli sapi kurus.

Anwari saat memberi makan sapi-sapi yang digemukkan untuk dijual kembali untuk kurban, Jumat (3/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Awalnya dulu hanya beberapa ekor saja. Lambat laun sekarang di kandang selalu ada puluhan sapi. Bahkan saat ini ada 30 ekor sapi,” ujar Anwari kepada Betanews.id, Jumat (3/7/2020).

-Advertisement-

Warga Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu mengatakan, dalam menjalankan usahanya, Rasid membeli sapi kurus di pasar. Kemudian, sapi-sapi itu dipelihara agar gemuk. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan.

“Setelah gemuk, sapi-sapi itu akan dijual lagi. Tentunya dengan harga yang lebih mahal,” ungkapnya.

Baca juga: 50 Persen Hewan dari Kelompok Ternak Kesambi Siap Dijual untuk Kurban

Kandang saudaranya itu, lanjutnya, menyediakan sapi beraneka jenis. Ada sapi jenis limosin yang dijual mulai harga Rp 24 juta hingga Rp 25 juta per ekor.  Ada juga jenis pegon yang dibanderol mulai Rp 20 juta sampai Rp 21 juta per ekor, serta sapi brahman yang harganya antara Rp 24 juta hingga Rp 26 juta per ekor.

“Dari ketiga jenis itu, biasanya yang paling banyak peminatnya untuk kurban yang jenis sapi pegon. Karena harganya lebih terjangkau,” jelasnya.

Dia mengaku, medekati Hari Raya Idul Adha tahun ini, sapi-sapi itu belum ada satu pun yang dipesan orang. Dia menebak, kemungkinan hal tersebut dikarenakan imbas dari Corona.

“Tahun ini memang beda kondisinya. Tahun kemarin sebulan menjelang Hari Raya Kurban itu sudah ada 10 pesanan sapi. Sekarang belum ada sama sekali. Entah nanti pas waktu dekat hari H-nya,” ungkapnya.

Baca juga: Bisa Titip dan Siap Antar, Masri Punya Pelanggan Hewan Kurban dari Berbagai Daerah

Meski belum ada pemesan, saudaranya mengaku tidak khawatir. Sebab selama ini sapi yang digemukkan itu selau dikirim ke Jakarta. Namun bila ada orang sekitar yang beli, tetap dilayani.

“Kalau ada orang sekitar beli atau pesan tetap kita layani. Tapi kalau tidak, ya kami kirim semua ke Jakarta. Selama ini juga begitu kok ” tukas Anwari.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER