Tes Massal Banyak Digelar, Positif Covid-19 di Jateng Tambah 139 Kasus

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pasien positif Covid-19 di Jawa Tengah bertambah cukup tinggi setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggenjot tes massal di seluruh kabupaten/kota. Data Rabu (10/6/2020), penambahan kasus positif di Jateng mencapai 139 orang.

Meskipun ada penambahan kasus positif cukup banyak, tetapi yang terjadi di Jawa Tengah tidak sebanyak di Jawa Timur maupun Jakarta. Di Jatim, di hari yang sama ada tambahan kasus baru mencapai 273 kasus, disusul Jakarta dengan 157 kasus, 189 kasus di Sulsel dan Kalsel sebanyak 127 kasus.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memang memerintahkan pelaksanaan tes massal dengan mengirim rapid kit ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah setelah Lebaran kemarin. Itu dilakukan lantaran belum semua klaster penularan dilakukan penulusuran secara tuntas. Termasuk juga banyaknya pemudik yang tiba di kampung halaman masing-masing.

-Advertisement-

“Bahwa ada peningkatan iya, peningkatanmya di kabupaten tertentu iya. Seperti di Kota Semarang, yang terjadi di Pasar Kobong, Pasar Karanganyu. Bahkan bukan hanya rapid, tapi PCR tes. Jadi langsung saja hasilnya,” kata Ganjar, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Bertambah 10, Total Pasien Positif Covid-19 di Kudus Jadi 94 Kasus

Sampai saat ini, pihaknya telah membagikan 38.111 rapid test yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi sebanyak 27.011. Rinciannya, untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370. Dari jumlah tersebut, yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337, yang reaktif terdapat 809 orang, non reaktif ada 21.528.

Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan sebanyak 11.100. Sampai saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411. 94 di antaranya reaktif dan 3.317 non reaktif. Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363.

“Rapid itu dipakai untuk pengecekan dan memang diketahui (penularannya) bukan hanya dari wilayahnya saja tapi berasal dari berbagai tempat,” kata Ganjar.

Baca juga: Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

Seperti yang terjadi di Desa Krincing Kabupaten Magelang. Ganjar menyebutkan kasus penambahan di desa tersebut sangat tinggi. Bahkan dalam satu RT saja jumlah penularannya ada yang mencapai 27 orang.

“Di Desa Krincing Magelang itu dari klaster Gowa. Itu tinggi sekali. Maka kita cari dan berkali-kali saya meminta kawan-kawan yang dari Gowa melaporlah agar kita bisa melakukan penelusuran dengan baik,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER