BETANEWS.ID, KUDUS – Paguyuban Bos Dangdut Kudus berharap, izin keramaian untuk menyelenggarakan pentas dangdut bisa diterbitkan. Hal tersebut seiring dengan adanya new normal yang sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.
Koordinator Paguyuban Bos Dangdut Kudus, Blegooh Alun Sadayu menuturkan, pihaknya siap mengikuti arahan dari pemerintah mengenai protokol kesehatan. Selain itu, dia juga siap menanggung biaya tambahan yang diperlukan untuk fasilitas kesehatan Covid-19.

“Kami siap melaksanakan protokol kesehatan. Setiap pengunjung wajib mencuci tangan dan mengenakan masker. Kalau tidak mengenakan masker kami siap mengusirnya,” tuturnya saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Kudus selepas audiensi, Rabu (24/6/2020).
Baca juga : Bantu Seniman yang Kehilangan Penghasilan, Ganjar Galang Donasi Lewat Panggung Kahanan
Dia menjelaskan, selama pelaksanaan konser berlangsung, nantinya pembawa acara akan diminta untuk terus mengingatkan agar selalu mengenakan masker.
“Yang penting kami diberikan izin untuk manggung lagi. Karena pendapatan kami terhenti,” jelasnya.
Alun menuturkan, selama tiga bulan terakhir terdapat sekitar 20 jadwal konser dangdut yang batal karena Covid-19. Menurutnya, dengan batalnya konser tersebut, pengusaha akan merugi dan perkerja seni tidak mendapatkan pendapatan.
“Sekali manggung biasanya sekitar Rp 8 juta. Itu sudah artis, kru musik, tratak dan sound, lengkap. Itu standar ya. Tapi kalau yang besar bisa mencapai Rp 20 jutaan,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini di paguyubannya, terdapat 179 orang yang mencari nafkah pada industri musik dangdut.
Meskipun selama pandemi sebagai anggota berinisiatif membuat konser digital menggunakan live streaming YouTube, penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kemarin kami juga dapat bantuan dari pemerintah berupa beras 10 kilogram dan uang Rp 100 ribu. Namun maaf itu bukan solusi atas masalah kami,” terangnya.
Menurut Alun, di masa new normal ini pemerintah dapat memperbolehkan dirinya membuat konser dangdut. Hal tersebut diketahuinya sudah dilakukan di Kabupaten Pati dan sekitarnya. “Setiap daerah lain sudah mulai. Kami ingin Kudus juga begitu,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu terkait pelaksanaan pentas dangdut. Menurutnya, pentas dangdut akan mengundang orang banyak dan protokol kesehatan akan sulit dilaksanakan.
Baca juga : Dari Panggung Kahanan, Terkumpul Donasi Rp 425 Juta untuk Seniman Jateng
“Kita simulasi dulu. Nanti jika sudah simulasi hasilnya bagaimana, nanti ada laporannya, terus nanti ada keputusan,” tuturnya.
Menurutnya, dirinya tidak bermaksud untuk menghalang-halangi para pekerja musik untuk berkarya dan mencari uang. Dirinya hanya ingin menyebaran Covid-19 di Kudus dapat diputus mata rantainya dan pandemi ini bisa selesai.
“Kita simulasi dulu. Nanti pakai masker dan jaraknya bagaimana. Ketika sudah selesai nanti pasti ada evaluasi juga. Yang penting ikut aturan pemerintah,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

