31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaSejarahAhli Waris Ajukan...

Ahli Waris Ajukan Pencabutan Omah Kapal dari Daftar Cagar Budaya

BETANEWS.ID, KUDUS – Bangunan Cagar Budaya Omah Kapal yang berada di Jalan KHR Asnawi, Kelurahan Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus terlihat tidak terawat. Bangunan rumah berbentuk kapal tersebut penuh dengan ilalang dan hanya terlihat jelas pada cerobong asapnya.

Menurut ahli waris dari pemilik bangunan Omah Kapal, Muhammad Bismark Muzahid (53), dirinya sudah mengajukan surat pencabutan Omah Kapal dari daftar Cagar Budaya. Menurutnya, selama ini pemerintah tidak memiliki kontribusi apapun terkait pelestarian cagar budaya tersebut.

“Suratnya sudah saya kirim Desember tahun lalu (2019), sampai sekarang belum ada respon,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Sunan Kudus, dekat perempatan Jember, Rabu (17/6/2020).

Kasi Sejarah, Permuseuman dan Kepurbakalaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Lilik Ngesti Widiasuryani. Foto : Imam Arwindra
- Ads Banner -

Mamak panggilan akrab Muhammad Bismark Muzahid menjelaskan, sebenarnya dirinya juga tidak tahu pasti kapan Omah Kapal dijadikan cagar budaya. Menurutnya, orang tuanya dulu tidak pernah menitipkan pesan, dan dirinya juga tidak pernah diajak diskusi oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

Baca juga : Omah Kapal, Cagar Budaya yang Kondisinya Dipenuhi Semak Belukar

“Saya dulu tahunya tiba-tiba ada surat ketika bupatinya Pak Musthofa. Kalau Kepala Dinasnya (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Pak Yuli Kasiyanto. Surat saya terima, keterangannya Omah Kapal dijadikan Cagar Budaya,” tuturnya.

Namun, setelah mendapat surat dari Pemerintah Kabupaten Kudus era Bupati Musthofa, Mamak mengaku membalas surat tersebut dengan keterangan keberatan. Namun setelah surat dikirim, dari Pemkab Kudus tidak memberikan tanggapan apapun.

Mamak menuturkan, jika Omah Kapal statusnya masih cagar budaya, pihaknya tidak bisa leluasa dalam mengelolah tanah di sekitar bangunan seluas 8.500 meter persegi tersebut.

“Kalau mau dijadikan cagar budaya dari sisi apanya. Fisik bangunannya juga sudah rusak. Kalau mungkin ikon atau tentang sejarah mungkin masih bisa,” tuturnya.

Selama ini, pemerintah juga tidak memberikan kontribusi apapun dalam merawat Omah Kapal. Omah Kapal dibiarkan begitu saja terbengkalai.

“Bayar pajak (PBB) juga masih normal saya sendiri. Namun sebenarnya bukan masalah kontribusi atau kompensasi. Saya bingung juga. Saya tidak pernah diajak rembukan pastinya. Eh tiba-tiba jadi cagar budaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi ) Sejarah, Permuseuman dan Kepurbakalaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Lilik Ngesti Widiasuryani menuturkan, Omah Kapal ditetapkan oleh UPTD Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah pada 22 September 2005.

Menurut Lilik, surat keputusan tersebut bernomor 988/102.SP/BP3/P.IX/2005 tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Kabupaten Kudus. Selain itu, Omah Kapal juga memiliki nomor inventaris 11-19/KUD/TB/40.

Baca juga : Baca juga : Nitisemito, Radja Rokok Kretek Asal Kudus (3)

“Iya Omah Kapal memang cagar budaya yang ditetapkan BP3 tahun 2005. Sekarang nama BP3 berubah menjadi BPCB (Balai Pelestari Peninggalan Purbakala),” tuturnya.

Mengenai surat dari ahli waris bangunan Omah Kapal Muhammad Bismark Muzahid, pihaknya mengaku sudah menerima surat tersebut. Saat ini, dirinya masih harus mengkaji permasalahan tersebut.

“Saat ini kami masih proses mengkajinya. Nanti hasilnya akan kami laporkan ke Pak Bupati dulu. Namun secara pribadi saya ingin Omah Kapal tetap menjadi cagar budaya yang harus dilestarikan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler