31 C
Kudus
Selasa, Desember 6, 2022
BerandaBISNISTahan Sebulan, Gethuk...

Tahan Sebulan, Gethuk Tengu Laris Dipesan untuk Lebaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Asap tampak keluar dari sebuah tungku yang berada di samping rumah di Desa Menawan RT 05 RW 01, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Ubi berwarna unggu terlihat memenuhi panci diatas tungku tersebut. Seorang perempuan terlihat meniup dan memasukkan kayu untuk membesarkan api. Dia tak lain adalah Kurniawati Rohmah (24), pemilik usaha Gethuk Tengu.

Sambil mengusap matanya yang berair karena terkena asap, Nia sapaan akrabnya, mengungkapkan, jika getuk buatannya bisa tahan hingga satu bulan. Karena tahan lama itulah, saat ini dia mendapat banyak pesanan dari pelanggan. Menurutnya, pesanan tersebut akan dijadikan menu suguhan saat Lebaran.

Kurniawati Rohmah saat merebus telo ungu yang jadi bahan utama produk Gethuk Tengu. Foto: Ahmad Rosyidi.

“Getuk ini bisa tahan hingga 30 hari. Tapi harus membeli getuk yang belum digoreng. Selain itu, cara penyimpanan juga menentukan ketahanannya. Yang penting kemasan jangan dibuka dan harus ditaruh di freezer. Jika sudah dibuka paling bisa tahan sekitar 7 hari,” ungkapnya, beberapa hari yang lalu.

- Ads Banner -

Baca juga: Berhenti jadi Guru Honorer, Arif Pilih Tekuni Usaha Kue Kering

Anak pertama dari empat bersaudara itu menambahkan, saat ini Produk Gethuk Tengu memiliki lima varian rasa, yaitu original, coklat, keju, gula aren dan gula pasir.

“Semua harganya sama. Satu bungkus isi 10 harganya Rp 12 ribu. Jadi terserah konsumen ingin beli yang rasa apa. Kebanyakan saya hanya melayani pesanan, apa lagi menjelang lebaran,” terangnya sambil menumbuk ubi setelah direbus.

Dia melanjutkan, saat ini dia sudah memiliki dua reseller tetap. Sedangkan yang tidak tetap ada sekitar 15 orang. Tak hanya itu, dalam enam bulan ini, getuk buatan Nia sudah dipasarkan di daerah Kudus, Demak dan Jepara. Meski daerah Pati sudah banyak yang tanya, dia masih terkendala pengiriman ke sana.

Baca juga: Andalkan Resep Leluhur, Keciput Baskuni Jaya Tetap Bertahan Lebih dari Dua Dasawarsa

Pada awal 2020, produksi Nia dalam sehari sekitar 600 buah atau sekitar 30 hingga 40 kilogram per hari. Sedangkan mulai pertengahan Maret 2020, penjualan mulai menurun. Sehingga dia mengurangi jumlah produksi menjadi 200 hingga 300 buah per hari.

“Saya akan menutup orderan mulai tanggal 20 Mei dan akan membukanya kembali mulai tanggal 28 Mei 2020,” tutup Nia.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler