Kisah Mbah Mo Rintis Usaha Airbrush Hingga Mampu Bertahan Satu Dekade

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin pompa angin terdengar di teras rumah yang berada di RT 5 RW 3, Dukuh Waduk, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Cuaca yang cukup terik membuat pria yang tidak jauh dari mesin pompa angin itu menyemprot selebor motor hanya menggunakan kaus tanpa lengan. Pria tersebut yakni Tarmo, pemilik usaha cat airbrush.

Terlihat tangan kanan Tarmo begitu terampil, serta tampak meliuk – liuk memegangi ujung selang pompa udara untuk mewarnai perabot motor tersebut. Setelah dirasa warna yang dihasilkan sudah sesuai harapan, kemudian selebor itu pun dijemurnya.

Proses pengecatan bodi sepeda motor di bengkel Mbah Mo. Foto : Rabu Sipan

“Saya menekuni usaha cat airbrush ini sudah 10 tahun. Sejak 2009 hingga sekarang. Alhamdulillah masih dipercaya para pelanggan,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Mo kepada betanews.id, Jumat (10/4/2020).

-Advertisement-

Sebelum membuka usaha sendiri, Mbah Mo mengaku terlebih dulu merantau ke Ibu Kota untuk kerja bangunan. Karena kerja kuli bangunan dirasanya cukup berat, dia pun pindah kerja di bidang furniture. Pekerjaan yang disebut terakhir itu dia mengaku betah hingga bertahan cukup lama.

Baca juga : Berawal dari Hobi, Kini Kustom Motor jadi Ladang Rezeki Bagi Juned

“Saya kerja di mebel itu dari 1986 sampai 1996. Dari buruh ngamplas hingga mahir melitur pakai mesin pompa angin,” ungkap pria berkaca mata tersebut.

Di sela bekerja di mebel itu lanjutnya, Mbah Mo juga belajar mengecat mobil di bengkel yang tidak jauh dari kerjaannya. Dari para pekerja bengkel tersebut, ia mempelajari cara mengoplos warna cat. Karena, terkadang untuk menghasilkan sebuah warna itu diharuskan mengoplos warna satu dengan yang lainnya.

“Saat kerja ikut orang itu saya masih lajang. Hingga pada tahun 1996 saya menikah dan menetap di kampung,” tuturnya.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, setelah menikah dan menetap di tanah kelahirannya, dia mengaku kerja seadanya. Dari kuli, buruh tani, hingga jadi buruh bangunan pun dia lakoni.

“Saat itu saya kerja apa saja, serabutan lah pokoknya. Yang penting bisa mencukupi keluarga dan menabung untuk modal usaha,” kenangnya.

Setelah tabungannya terkumpul pada tahun 2009, Mbah Mo pun nekat buka usaha cat airbrush impiannya. Dia mengaku melayani pengecatan motor jenis apa pun. Dari pengecatan full bodi hingga beberapa bagian saja dari kendaraan roda dua.

Untuk pengecatan motor full bodi, Mbah Mo mematok harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Menurutnya, harga tergantung dari jenis motor serta besar dan kecil bodi motor.

Baca juga : Menengok Bengkel Mobil Offroad BSR Fabrication yang Selalu Puaskan Pelanggan

Sedangkan untuk pengecatan bagian tertentu antara lain, selebor, dek motor bagian samping dan lainnya dia bebankan biaya mulai Rp 40 ribu per item. “Untuk waktu pengerjaan paling sehari, tapi untuk full bodi saya butuh waktu sekitar delapan hari,” paparnya.

Dia bersyukur usaha airbrushnya mampu bertahan hingga sekarang. Meski pelanggan tahunya dari mulut ke mulut, bengkel catnya itu sudah punya banyak pelanggan. Dari orang Kudus, Pati, Demak hingga Purwodadi.

“Alhamdulillah satu dekade menjalani usaha airbrush belum ada pelanggan yang komplain. Malah seringnya mereka cocok dan datang lagi untuk jadi pelanggan tetap,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER