31 C
Kudus
Selasa, Maret 31, 2020
Beranda Ekonomi Sejak Gunakan Nama...

Sejak Gunakan Nama Anaknya, Tahu Milik Martono Laris Manis

SEPUTARKUDUS.COM, KARANGBENER – Di tepi jalan sebuah gang di Dukuh Kemang, Desa Karangbener, Kecamatan Bae Kudus tampak sebuah bangunan bata merah. Dari luar bangunan suara mesin disel terdengar bergemuruh. Di dalam bangunan tampak beberapa orang sibuk membuat tahu. Usaha pembuatan tahu bernama AD Putra itu milik Martono. Nama usaha tersebut dipilih karena rekomendasi dari anak pertamanya.

Kepada Seputarkudus.com, Martono (32) sudi memberi penjelasan tentang nama usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, tiga bulan pertama berjualan tahu keliling, merupakan saat terberat dalam ekonomi keluarga Martono. Karena menurutnya, saat itu tahu yang dijual sering tidak laku. Dia bahkan harus bekerja serabutan. Mulai dari berjualan, mocok jadi buruh pembuat tahu serta mencari rumput untuk pakan ternak.

Baca juga: Pria Asal Rembang Ini Sukses Produksi Tahu di Kudus, Berikut Ini Kisahnya . . .

“Saat itu ekonomi keluargaku memang sangat sulit, setelah tiga bulan berjualan dan kurang laku, entah kenapa aku berinisiatif memberi nama tahu yang aku jual. Sebenarnya saat itu aku akan menuliskan namaku. Namun tiba-tiba anak pertamaku nyeletuk, kasih namaku aja pak nanti tahu bapak pasti laris,” ujar Martono menirukan celetukan anaknya.

Pria asli Rembang itu menuturkan, saat itu dirinya spontan percaya dengan omongan anaknya tersebut. Karena anaknya bernama lengkap Rahmad Aditya Pratama, jeriken untuk dia menjual tahu diberi tulisan AD Putra. Diakuinya, sejak diberi tulisan tersebut tahu jualannya laris dan sekarang sudah memiliki banyak pelanggan serta bisa mendirikan usaha pembuatan tahu sendiri.

Dia mengungkapkan, sejak tahun 2013 dirinya mendirikan usaha pembuatan tahu secara mandiri. Saat ini usahanya tersebut terbilang terus berkembang. Tahu AD Putra lumayan dikenal di daerah sekitar Kecamatan Dawe, Bae, dan Pasar Jekulo, Kudus. Dalam sehari dia mampu menghabiskan sekitar empat hingga lima kwintal kedelai. “Jumlah tersebut akan naik saat musim orang punya hajatan,” ungkapnya.

Pria yang kini sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, kelebihan tahu produksinya diakui pelanggannya lebih kenyal serta lebih tebal. Sedangkan untuk harga, dia dan pemilik usaha tahu yang berada di desa setempat sudah sepakat untuk menjual seharga Rp 250 sampai Rp 500 per kotak, atau Rp 60 ribu hingga Rp 66 ribu per tong.

“Aku berharap tahu hasil produksiku makin diminati masyarakat, serta usahaku bisa makin berkembang lagi. Dan semoga harapanku untuk membuka cabang pembuatan tahu lagi bisa terlaksana, karena aku akan merambah penjualan hingga ke Purwodadi, Grobogan,” harap Martono.

Tinggalkan Balasan

20,596FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...