SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Di lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus pagi itu telihat tratak memanjang dengan baner merah putih tepat di bawah atap. Di bawah tratak tampak beberapa stan yang menjajakan aneka produk sembako dan camilan. Tempat tersebut yakni Pasar Murah Ramadan yang diselenggarakan oleh Polres Kudus.

Terlihat masyarakat sekitar berbondong-bondong mendatangi acara pasar murah tersebut. Mereka terlihat antusias berbelanja di stan-stan yang. Satu di antara warga yang datang untuk berbelanja yakni Ermia Retno Putri.
Perempuan yang akrab disapa Mia tersebut sudi berbagi kesan kepada Seputarkudus.com tentang pasar murah yang diadakana oleh Polres Kudus tersebut. Menurutnya, dengan adanya pasar murah masyarkat sangat terbantu, sebab berbelanja di sana harganya jelas lebih terjangkau. Di meminta Polres Kudus untuk sering menyelenggarakan acara serupa.
“Dengan pertimbangan harga yang lebih murah tersebut, masyarakat sekitar termasuk aku sangat antusias datang untuk berbelanja. Lihat sendiri kan bagaimana ramainya mereka yang datang untuk berbelanja di pasar murah. Bahkan aku sampai dua kali datang,” ujarnya saat berlangsungnya pasar murah Sabtu (10/6/2017).
Warga Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus tersebut mengungkapkan, kedatangan pertama saat pagi sekitar pukul 8.00 WIB. Dia datang untuk membeli bahan pokok, di antaranya, beras, gas elpiji, minyak goreng dan gula pasir. Menurutnya, untuk membeli bahan pokok tersebut kalau sedikit terlambat saja sudah tidak kebagian. Karena selain harganya yang lebih murah barangnya juga terbatas.
Dia mengungkapkan, harga elpiji di pasar murah hanya Rp 15 ribu, sedangkan harga normalnya mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung ukuran tiga kilogram. Sedangkan gula pasir hanya dijual Rp 11 ribu per kilogram, sedangkan biasanya normalnya Rp 13 ribu per kilogram. Begitu juga dengan beras, yang dijual Rp 35 ribu untuk ukuran 5 kilogram, padahal harga normalnya Rp 50 ribu.
“Yang paing laris memang bahan pokok, sayangnya barangnya terbatas. Meski sudah dibatasi satu orang harus belinya satu saja, namun tetap saja barang pokok tersebut cepat larisnya. Saya Berharap semoga acara pasar murah sering diadakan dan stok bahan pokoknya diperbanyak. Kalau bisa ada kuponnya biar adil dan sama rata,” harap Mia.
Senada dengan Mia, Siti Aminah (56) juga berharap pasar murah sering diadakan di Kudus, terutama saat Ramadan seperti sekarang ini. Karena menurutnya, biasanya saat Ramadan harga bahan pokok sering naik. Dengan adanya pasar murah, masyarakat bisa terbantu karena harga barang di pasar murah tentu lebih murah dari harga pasar pada umumnya.
Warga Pedawang, Bae, Kudus itu mengatakan, datang ke pasar murah untuk membeli mi instan satu karton, coklat wafer stik dua stik dua karton, susu serta kopi sachet lima renteng. Dia mengaku tidak membeli bahan pokok, beras, elpiji, gula pasir, dan minyak goreng, karena datangnya kesiangan jadi tidak kebagian. “Aku tidak membeli bahan pokok, soal tidak kabgian. Jadinya beli lainnya,” ujarnya.
Terlihat pasar murah yang diadakan oleh pihak Polre Kudus tersebut didukung oleh beberapa perusahan nasional di antaranya, Ada Swalayan, terus ada juga Fitbar, Coca Cola, Ramayana, Hypermart, satu stand dari pihak Bayangkari dan lainnya.

