31 C
Kudus
Selasa, Desember 1, 2020
Beranda Wisata Agus Sudah Susun...

Agus Sudah Susun Grand Planning Wisata Bukit Nggeneng, Ini Awal Munculnya Ide

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Seorang pria tampak bersemangat menjelaskan setiap sudut wisata di Bukit Nggeneng Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, kepada pengunjung. Agus Siswanto, pria yang mengenakan topi rimba dan celana sedengkul, itu, menunjukkan beberapa wahana yang sudah jadi maupun tahap perencanaan. Lokasi wisata yang baru dibuka sekitar sebulan tersebut, menurut Agus, dikelola dan dan dikembangkan secara swadaya.

Secara konsep besar, Agus menginginkan wisata Bukit Nggeneng menjadi wisata aktivitas, bukan sekadar wisata swafoto. Dalam perencanaan, lokasi perbukitan tersebut bisa digunakan untuk outbond, camping area dan homestay.

Baca juga: Di Batialit Tak Ada Menara Pandang, Fitriyani Ajak Temannya Ke Bukit Nggeneng Rahtawu

“Kami sudah menyiapkan konsep wisata aktivitas the view of Bukit Nggeneng. Ini masih proses pembuatan. Namun karena dirasa berbeda, para pengunjung sudah ada yang datang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi wisata belum lama ini.

Pembuatan tempat wisata menurutnya dilakukannya bersama dua rekannya Teguh dan Sugiyono. Diceritakan, pembuatan wisata di Bukit Nggeneng bermula saat Agus merasa tergelitik melihat pemuda di desanya sering merantau keluar daerah untuk bekerja.

Padahan menurut Agus, di Desa Rahtawu yang masih bagian dari Gunung Muria sangat kaya. Tanahnya subur, airnya melimpah dan potensi wisata pun sangat bagus. Jika bisa dikelola dengan baik, masyarakat Desa Rahtawu diperkirakan tidak perlu lagi bekerja di luar daerah.

“Contoh saja dari sektor pariwisata. Wisata di Rahtawu sangatlah melimpah. Namun sampai sekarang beberapa masih dikelola secara pribadi. Alangkah lebih baik jika dikelola secara swadaya,” tuturnya.

Melihat hal tersebut, muncul ide dalam dirinya untuk membuat wisata alam yang di dalamnya terdapat wahana kekinian dan dikelola secara profesional. Maka Tercetuslah The View of Bukit Nggeneng yang mulai dibangun bulan April 2017. Sebenarnya, Agus sudah merencakan membuat suatu wisata di Bukit Nggeneng sejak tahun 2015. Karena masih bekerja di luar daerah akhirnya barulah di tahun 2017, dirinya bisa memulai merealisasikan gagasan yang sudah lama diimpikan.

“Saya dulu ya juga bekerja di luar daerah. Kerena merasa tidak enak, akhirnya saya merencanakan ini. Lha wong Desa Rahtawu kaya. Mengapa harus bekerja di daerah lain,” jelasnya yang lulus Fakultas Manajemen Universitas Muria Kudus (UMK).

Sebelum membuat wisata Bukit Nggeneng, Agus mengaku sempat melakukan tinjauan ke Semarang dan Yogjakarta. Setelah mendapatkan banyak ilmu, dirinya memantapkan untuk keluar dari pekerjaan dan membuat wisata di Bukit Nggeneng. “Saat itu saya langsung datangi teman saya. ‘Mau ga kamu saya ajak gila-gilaan?” ucapnya.

Akhirnya, rekannya sepakat dan April 2017 mulai membangun satu persatu fasilitas wisata. Wahana yang pertama kali dibuatnya yakni menara pandang setinggi tujuh meter. Sebelum jadi, sudah ada pengunjung yang datang untuk berswafoto. Setelah itu rumah pohon setinggi sembilan meter dan rumah Masha yang lokasinya berada di atas pohon dengan ukuran 2,25 meter kali 2,5 meter pun sudah siap dinikmati pengunjung. Ada pula flying fox yang sementara masih panjangnya 35 meter.

Rencananya menurut Agus, flying fox akan dirubah panjangnya menjadi 60 meter dan tempat semula flying fox akan digunakan untuk fly hammock. Konsep outbond nantinya masih seperti pada umumnya yakni  tracking, jembatan gantung, jaring laba-laba, panjat dinding dan permainan sungai. Dikatakan letak Bukit Nggeneng sekitar 1.000 meter dari sungai desa setempat.

“Untuk homestay pilihannya dua bisa tinggal di rumah warga atau rumah panggung yang nanti disediakan. Ini sangat pas untuk orang kota. Pengunjung bisa merasakan sensasi memberi makan ayam maupun ternak,” tuturnya yang aktif dalam organisasi pemuda desa.

Yang berbeda dari tempat wisata ini dengan yang lain, katanya, sepanjang perjalan menuju lokasi wisata, terdapat kumpulan bunga. Selain ditanam oleh pengelola, bunga tersebut nantinya akan ditanam juga oleh pengunjung. Agus menyediakan bunga dengan nama untuk pasangan muda yang nanti akan ditanam. Untuk perawatan, menurutnya akan dilakukan oleh pengelola secara gratis. “Ini juga kami sedang membangun kafe. Selaian makanan ringan, akan diisi makanan dan minuman khas Desa  Rahtawu,” terangnya.

Saat semua sudah siap, rencana ke depan pihaknya akan mempekerjakan pemuda di desa setempat untuk bersama-sama mengelola wisata Bukit Nggeneng. Selain itu, juga mempersilahkan masyarakat untuk membuat warung guna menambah pendapatan ekonomi keluarga. “Semoga dengan adanya wisata ini masyarakat bisa terbantu ekonominya dan dapat bersama mengelola wisata di Desa Rahtawu,” tambahnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

27,184FansSuka
13,973PengikutMengikuti
4,306PengikutMengikuti
23,029PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Satgas Covid-19 Kembali Rilis Jateng Tertinggi Penambahan Kasus Aktif, Dinkes : ‘Satgas Keliru, Ada Dobel Data’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pada Minggu (29/11/2020), Satgas Covid-19 merilis penambahan kasus positif di Jawa Tengah. Dalam rilis itu, disebut Jawa Tengah menjadi...

Menikmati Sedapnya Soto Geprek, Menu Unik yang Hanya Ada di Geprek Uenakkene

BETANEWS.ID, KUDUS – Keramaian tampak jelas di sebuah warung Desa Mlati Norowito Gang 1 Nomor 24, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Mereka terlihat sedang duduk...

Bosan Jadi Sales, Ririn Rintis Jual Sempolan dan Tahu Krispi yang Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS - Seorang perempuan tampak sibuk di samping gerobak yang terbuat dari aluminium. Perempuan yang mengenakan celemek itu dengan cekatan menggoreng...

Warga Sedulur Sikep Olah Sampah Plastik jadi Paving Block Berkualitas

BETANEWS.ID, KUDUS - Asap hitam mengepul saat seorang pria membakar tumpukan plastik di halaman rumahnya yang berada di Dukuh Kaliyoso, RT 5...

Menikmati Indahnya Rawa Pening dari Bukit Cinta yang Terus Menggoda Wisatawan

BETANEWS.ID, KAB. SEMARANG – Air Rawa Pening tampak berkilauan diterpa sinar matahari sore yang mulai berwarna jingga. Di tengah hamparan eceng gondok...

Geluti Bisnis Ikan Cupang Sejak di SMK, Nurul Kini Punya Pelanggan Hingga Singapura

BETANEWS.ID, PATI - Di sebuah rumah masuk Desa Banyuurip RT 5 RW 1, Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, terlihat banyak toples yang berisi...

Kenalkan Peristiwa Gejala Alam Pada Anak Usia Dini Melalui Eksperimen

Penulis: Novy Hermawati Guru TK Mardi Putra Margorejo Usia prasekolah...