Lulus SMP, Warga Blora Ini Bekerja di Barber Shop K3rn Kudus untuk Biaya Sekolahnya Nanti

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Seorang pria berkaus oblong hitam tampak sedang memotong rambut pelanggannya di Barber Shop K3rn, di Tepi selatan Jalan Wergu Wetan, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Sambil memangkas rambut, sesekali dia mengajak ngobrol pelanggannya. Pria tersebut bernama Murdiyono (16), yang tidak melanjutkan sekolah dan kerja menjadi kapster di Barber Shop K3rn, karena tidak ada biaya.

Murdiyono sedang memangkas rambut di Barber Shop K3rn Kudus 2017_5
Murdiyono sedang memangkas rambut di Barber Shop K3rn Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai memotong rambut, pria yang akrab disapa Murdi itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang pekerjaannya itu. Dia mengungkapkan, lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun lalu. Namun setelah lulus dia memutuskan tidak melanjutkan sekolah karena orang tuanya tidak punya biaya dan terpaksa menerima tawaran kerja dari tetangganya.

-Advertisement-

“Sebenarnya aku itu ingin sekali bisa mengenyam pendidikan tinggi. Namun apalah daya karena orang tua tiada biaya aku terpaksa menunda keinginanku tersebut. Karena itulah aku menerima tawaran untuk menjadi kapster Barber Shop K3rn, dengan harapan aku bisa mendapatkan penghasilan dan menabung untuk biaya sekolah. Setidaknya nanti aku bisa ikut kejar paket C,” ujar anak ketiga dari lima bersaudara tersebut.

Pria yang berasal dari Blora itu mengatakan, sebenarnya setekah lulus dapat tawaran tiga pekerjaan. Yang pertama kerja di proyek bangunan, kedua berjualan pisang coklat dan ketiga jadi kapster di Barber Shop K3rn. Sebenarnya dia ingin berjualan pisang coklat. Namun karena lokasi berjualan di Jakarta, ayahnya tak memberi izin.

Sedangkan kerja proyek bangunan, tuturnya, ayahnya juga melarang karena pekerjaan tersebut dinilai berat dan panas. Selain itu kerjanya kontrkanya per proyek, saat proyek selesai dirinya akan menganggur atau mencari lagi proyek yang lainnya, agar punya penghasilan. Karena alasan itu dia memilih mengambil tawaran menjadi kapster di Barber Shop K3rn.

“Pertimbanganku menjadi kapster itu agar aku punya ketrampilan. Dan saat aku sudah mahir dan kelak punya modal aku ingin membuka usaha di Blora. Aku bisa menciptakan lapangan kerja untuk saudara serta tetanggaku,” ujarnya.

Dia mengatakan, bekerja di Barber Shop K3rn sekitar delapan bulan. Menurutnya, untuk menjadi pemotong rambut di Barber Shop K3rn dirinya harus lolos masa training selama tiga bulan. Saat selesai training, dia baru dikontrak selama satu setengah tahun. Diakuinya sebelum dipindah ke Kudus dia menjalani masa training di Semarang.

“Sejak ditugaskan di Kudus aku sudah dikontrak. Dan alhamdulillah gajinya lumayan, karena upahnya setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang. Selain itu, menjadi kapster di Barber Shop K3rn juga ada bonusnya. Setiap memotong rambut lebih dari 20 orang sehari, kami mendapatkan Rp 3 ribu per orang. Dan setiap tanggal merah selain hari Ahad, pekerja berhak 50 persen dari omzet yang didapatkan di hari tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, sejak pertama bekerja di Barber Shop K3rn, dirinya selalu mengirimkan sebagian penghasilannya kepada orang tua, dan sisanya lagi ditabung. Selain ingin melanjutkan sekolah dan punya modal untuk buka usaha, Dia ingin bisa membantu orang tuanya membiayai pendidikan dua adiknya agar tak senasib dengan dirinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER