31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Berawal Dari Hobi, Kenton Nekat Jual Burung, Hasilnya Mampu Beli Ruko dan Mobil

SEPUTARKUDUS.COM, PANJANG – Di tepi utara Jalan Lingkar Utara Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus tampak beberapa orang keluar masuk di toko beratap seng. Puluhan sangkar berisi burung dipajang di pelataran toko. Di dalam toko tampak seorang pria berkaus oblong sibuk melayani pelanggan. Pria tersebut bernama Sumardi (42), penjual aneka jenis burung.

Kenton, penjual burung di Kudus 2017_4_4
Kenton, penjual burung di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya, pria yang akrap disapa Kenton itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha penjualan burung. Dia mengaku gemar memelihara burung sejak duduk di sekolah dasar (SD). Menurutnya, kegemaran tersebut berlanjut hingga sekarang. Bahkan sebelum memulai usaha jual burung, dirinya tetap menyempatkan memelihara burung di sela aktivitasnya menjadi sopir.

“Karena hobi itulah pada tahun 2002 aku tidak lagi jadi sopir truk dan memulai usaha jualan burung. Karena menurutku usaha jualan burung sangat menguntungkan. Apalagi sejak burung kicau mulai hit. Banyak pecinta burung yang datang ke tokoku,” ungkap Kenton yang memberi nama tokonya Maju Lancar, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Panjang, Bae, Kudus itu mengatakan, selain berjualan dirinya juga aktif ikut di komunitas dan perlombaan burung kicau. Karena dengan aktif ikut komunitas dan perlombaan, dia bisa kenal banyak orang sesama pecinta burung serta bisa memperkenalkan burung yang dia jual. Dengan pengalamannya merawat burung sejak SD, Kenton mengaku sering menang saat ikut lomba burung berkicau.

Namun sejak lima tahun lalu, Kenton mengaku sudah tidak aktif ikut lomba dan komunitas kicau burung. Menurutnya, sejak setengah dasawarsa tersebut dirinya mulai fokus di toko Maju Lancar karena makin banyak pelanggan. “Kini yang aktif ikut komunitas dan perlombaan burung digantikan putraku,” ujarnya.

Pria yang dikaruniai dua anak itu mengungkapkan, menjual berbagai jenis burung, di antaranya, burung Murai Batu yang dia jual mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta. Burung Cucak Ijo dijual mulai harga Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta, dan Kacer ditawarkan mulai harga Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Selain itu, dirinya juga memiliki stok Beo yang dijual mulai Rp 2 juta sampai Rp 5 juta.

“Selain jenis burung yang aku sebutkan tadi, aku juga menjual aneka jenis burung lainnya. Pokoknya  hampir semua jenis burung kicau ada di tokoku. Aku juga menyediakan sangkar burung yang aku jual dengan harga mulai Rp 35 ribu sampai Rp 300 ribu,” tuturnya.

Dia mengatakan, selain menjual burung dan sangkar, dirinya juga menjual aneka aksesoris sangkar di antaranya, tempat pakan, tempat air, gantungan sangkar dan lainnya yang dijual terpisah. Selain menjual ecer, Kenton mengaku juga menerima pembelian dalam partai besar. Diungkapkannya, tokonya tersebut sudah memiliki banyak pelanggan, tak jarang para pelanggannya membeli dagangannya dalam jumlah banyak.

“Aku bersyukur berawal dari kegemaran, kini usaha jualan aneka burung dan sangkar yang aku rintis selama 15 tahun sudah terlihat hasilnya. Dari hasil penjualan aneka burung dan sangkar aku juga sudah mampu membeli ruko dan mobil. Ruko, aku buat cabang untuk berjualan lagi. Mobil aku buat untuk operasional,” ujarnya yang mengaku dari berjualan burung, sangkar dan aksesorisnya mampu meraup omzet Rp 15 juta sebulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER