Warga Jepang Wetan Ini Mampu Menjual Puluhan Ribu Begel Tiap Pekan, Omzet Belasan Juta

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG WETAN – Suara musik Dangdut berdentum saat beberapa orang pria tampak semangat membengkokan besi as untuk dijadikan begel, di dalam gudang yang berada di Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kudus. Di sudut lain tampak beberapa orang bertelanjang dada sedang memotong besi dan merangkainya menjadi cakar ayam. Tempat tersebut merupakan pembuatan begel dan rangkaian besi cakar ayam, yang mampu menjual puluhan ribu begel tiap pekan.

Produsen begel dan cakarayam di Jepang Wetan
Produsen begel dan cakarayam di Jepang Wetan. Foto: Rabu Sipan

Pemilik usaha tersebut bernama Jumani (37). Kepada Seputarkudus.com, dia menuturkan, usaha pembuatan begel dan cakar ayam yang dia tekuni sejak 2013 tersebut, setiap pekannya bisa menjual produk sebanyak dua ton. Menurutnya, dari satu kilogram besi biasanya menjadi sekitar 16 begel, sehingga dua ton besi bisa menjadi sekitar 32 ribu begel dengan berbagai ukuran.

-Advertisement-

“Harga begel itu Rp 7 ribu per kilogram, kalau sepekan bisa mengirim dua ton begel ke para pelanggan, berarti berapa omzet yang aku terima? Itu hanya untuk begelnya lho, belum rangkaian besi cakar ayam yang setiap pekannya aku bisa mengirim sekitar 500 rangkaian,” ujar Jumani.

Warga Desa Jepang Wetan, kecamatan Mejobo, Kudus mengungkapkan,  jumlah pengiriman tersebut pada waktu sepi, saat ramai pengiriman begel bisa sampai tiga hingga empat ton. Bahkan tak jarang dirinya kewalahan melayani permintaan pelanggan dan kekurangan stok begel dan rangkaian cakar ayam.

Menurutnya, permintaan meningkat itu pada bulan Mei sampai bulan November, karena antara bulan tersebut curah hujan mulai berkurang dan biasanya banyak orang bangun rumah. Dia mengungkapkan, selain bulan-bulan tersebut, pada musim panen permintaan begel dan cakar ayam meningkat. “Itu dengan catatan ya, dengan catatan harga padi tidak turun drastis,” jelasnya.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengungkapkan, selain menjual begel dengan berbagai ukuran dirinya juga menyediakan beberapa ukuran rangkaian cakar ayam, di antaranya, cakar ayam dengan ukuran 40×40 sentimeter, 50×50 sentimeter, dan 60×60 sentimeter.

Berbeda dengan begel yang terbuat dari besi as ukuran 5 sentimeter, menurutnya cakar ayam terbuat dari besi as dengan diameter lebih besar yakni delapan dan enam sentimeter. Sedangkan untuk harga rangkaian besi cakar ayam dia jual mulai harga Rp 28 ribu sampai Rp 43 ribu tergantung ukuran.

Dia mengatakan, sebenarnya dulu pada awal usaha berjualan begel dan cakar ayam, dirinya tidak memproduksi sendiri. Namun membeli dari para pembuat yang ada di Kudus, dan dijualnya kembali ke beberapa toko bangunan Langganannya.

“Karena dengan membangkel harganya tak bisa bersaing dan keuntunganku juga mepet, aku berinisiatif memproduksi begel dan rangkaian besi cakar ayam sendiri dengan mempekerjakan sekitar tujuh orang.  Sedangkan upahnya dihitung secara borongan,” ungkapnya.

Jumani mengaku bersyukur usahanya sekarang sudah memiliki banyak pelanggan yakni para pemilik toko bangunan di Demak dan Kudus. Dan dari hasil usaha tersebut, Jumani mengaku selain memiliki rumah luas dan gudang produksi sendiri, kini dia juga memiliki dua unit mobil. “Ke depan aku berharap usahaku makin berkembang dan punya gudang di pinggir jalan raya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER