Pria Asal Pati Ini Pilih Buka Butik Pakaian Khusus Perempuan, Ternyata Ini Alasannya

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU KULON – Di tepi utara Jalan Nuri Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus, tampak sebuah ruko lantai dua bercat merah jambu. Di dalam lantai satu tersebut tampak puluhan pakaian terpajang serta tergantung sesuai jenisnya. Di balik meja tampak seorang pria berkaca mata sedang sibuk dengan HP-nya. Pria itu bernama Andi Kurniawan (27), pemilik Love Boutique. Meski laki-laki, dirinya tak malu membuka usaha fesyen untuk perempuan.

Love Boutique Kudus
Andi Kurniawan, pemilik Love Boutique Kudus. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut pria yang akrab disapa Andi itu sudi berbagi kisah tentang usahanya kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, lebih memilih usaha fashion perempuan dari pada pria, karena kalangan perempuan selalu up to date dengan fashion. Berbeda dengan kalangan laki-laki, kalangana perempuan selalu ingin mengikuti tren terbaru meski sudah memiliki banyak stok baju.

“Dengan menangkap daya pikir kalangan cewek, yang selalu ingin memiliki fashion yang lagi ngetren, aku menangkap peluang bisnis menguntungkan. Dan aku membuka butik yang menjual pakaian khusus cewek, yang aku beri nama Love Boutique,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Pria asal Pati itu mengungkapkan, usaha butiknya yang berada di Kudus itu baru buka sekitar enam bulan lalu. Sebelum membuka di Kudus dia mengaku lebih dulu membuka butik yang sama di daerah asalnya tersebut. Dan menurutnya, pada pertengahan bulan lalu membuka cabang di Jepara.

“Saat ini pelangganku juga sudah lumayan banyak. Untuk cabang Kudus saja meskipun baru buka setengah tahun  yang lalu, aku bisa menjual sekitar 400 pcs pakaian setiap bulannya,” ujar pria lajang tersebut.

Andi mengungkapkan, pakaian yang dia jual di butik miliknya sebagian merupakan pakaian impor yang didatangkan langsung dari Singapura dan Malaysia. Sebagian di antaranya pakaian produk lokal berasal dari Bandung dan Jakarta, yang mempunyai kualitas setara dengan produk impor.

“Selain kualitas pakaian yang aku jual bagus, harga yang kami tawarkan juga lebih murah, karena hampir semua jenis dan model pakaian, aku jual dengan harga di bawah Rp 100 ribu per pcs,” ujar Andi.

Dia lalu merinci pakaian yang dijual di butiknya, beserta harganya. Untuk atasan model Sabrina dia beri harga mulai Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu per pcs. Sedangkan Cardigan dibanderol mulai Rp 45 ribu sampai Rp 75 ribu, dres dihargai mulai Rp 80 ribu per pcs dan jilbab dijual dengan harga Rp 12 ribu pcs.

Menurutnya, di butik miliknya tersebut tersedia sekitar 200 item jenis pakaian untuk kalangan perempuan. “Intinya harganya murah, namun tetap berkualitas karena produk impor,” jelas Andi yang mengaku butiknya tersebut buka setiap hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER