SEPUTARKUDUS.COM, GONDANGMANIS – Sejumlah anak berkaus merah tampak berbaris menghadap arah selatan di Lapangan Panahan SMA 2 Bae. Mereka memegang busur, bersiap-siap meluncurkan anak panah yang di pegangnya. Mereka adalah para atlet yang tengah mengikuti pertandingan panahan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus 2017 tingkat SD, SMP.

Saat peluit terdengar, anak panah mulai dilesatkan beberapa kali menuju target yang berjarak puluhan meter di depan mereka. Satu atlet di antara yang melesatkan anak panah, Agustin Dwi Putri Ana Rosita (12), siswa kelas enam SDN Kayuapu, Desa Gondang Manis. Dirianya mewakili Kecamatan Bae dalam Popda Cabang Panahan tersebut. Kepada Seputarkudus.com, dirinya mengaku suka olahraga panahan karena menantang. “Memanah lebih menantang dan seru. Saya senang,” ungkapnya saat jeda pertandingan, Sabtu (25/3/2017).
Untuk mengikuti pertandingan tersebut, Putri, begitu dirinya akrab disapa, tidak ingin mencoba cabang olahraga lain. Dia ingin fokus untuk menjadi srikandi panahan yang andal. Khusus untuk mengikuti Popda, dia sudah mempersiapkan diri jauh hari. Letak sekolahnya yang cukup dekat dengan lapangan panahan di SMA 2 Bae, hampir setiap sore dia latihan.
Ariftini, guru olahraga SDN Kayuapu yang ikut menemani Putri menuturkan, pihaknya mengirimkan delapan atlet panahan untuk mengikuti lomba. Menurutnya, dari delapan atlet terdapat tiga atlet pemula. Dirinya mengeklaim sekolahnya memang spesialis untuk membibit atlet panahan. Popda tahun 2016 lalu, dirinya mengaku mendapatkan enam emas di semua cabang panahan. “Untuk Popda tahun ini ikut di cabang tingkat SD 30 meter, 25 meter dan 20 meter,” jelasnya.
Khusus untuk Popda tingkat Kabupaten Kudus tahun 2017, pihaknya sudah melakukan latihan khusus. Empat bulan sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan latihan rutin setiap sore. Setelah itu, dua pekan sebelum pelaksanaan lomba melakukan latihan setiap pagi dan sore. Ariftini ingin dalam pelaksanaan lomba memberikan penampilan yang maksimal. “Semoga mereka (siswa) bisa menjadi atlet nasional kelak,” tambahnya.
Hadi Sunaryo ketua panitia pelaksana pertandingan cabang panahan mengatakan, terdapat dua kategori yang dilombakan, yakni Nasional dan Compound. Dua kategori tersebut akan diikuti tingkat SD, SMP dan SMA sederajat. Untuk tingkatan SD ada tiga jarak yang dilombakan, yakni 30 meter, 25 meter dan 20 meter dengan diikuti 21 peserta perwakilan dari kecamatan di Kudus. “Peserta tingkat SD maksimal lahir 2005,” ungkapnya.
Hadi yang juga Tetua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus itu, melanjutkan tingkatan SMP dan SMA terdapat jarak 50 meter, 40 meter, 30 meter dan total jarak. Peserta yang mengikuti tingkat SMP sejumlah 18 atlet dan SMA delapan atlet. Menurutnya, setiap tahun minat siswa dalam mengikuti olahraga panahan meningkat. Dengan kondisi tersebut, dia sangat yakin Kudus mampu bersaing di Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. “Semoga banyak generasi penerus yang mampu bersaing di tingkat nasional dan international,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SD, SMP, dan SMA Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2017 terdapat 18 cabang olahraga yang ditandingkan. Di antaranya tenis meja, renang, panahan, bola voli mini, tenis lapangan, taekwondo dan catur. Kegiatan tahunan tersebut akan berakhir 26 Maret 2017.

