SEPUTARKUDUS.COM, PANJANG – Di tepi utara Jalan Lingkar Utara, tepatnya di pojok perempatan lampu merah Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, tampak sebuah toko. Di depan toko tersebut terlihat beberapa barang yang terbuat dari aluminium. Di sampingnya tampak seorang pria berkumis tipis sedang mengukur kaca untuk dipotong. Pria tersebut bernama Jumarno (41) pemilik toko Mandiri Jaya, yang menjual aluminium dan kaca.

Di sela aktivitasnya, Jumanto sudi berbagi kisah tentang usahanya kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Sebelum membuka toko, dia mengaku terlebih dulu ikut kerja keponakannya yang lebih dulu mempunyai usaha serupa di Sukoharjo selama setahun. Dia mengungkapkan, ikut bekerja keponakan karena tempat dirinya bekerja selama 15 itu tahun tutup.
“Pada waktu itu aku sudah menikah, daripada aku menganggur setelah tempat kerjaku tutup, jadi aku terima tawaran kerja dari keponakanku. Alhamdulillah setelah bekerja di tempat keponakanku tersebut, aku menemukan ide dan membuka usaha serupa di Kudus,” ujar pria yang kota kelahirannya sama dengan Presiden Jokowi tersebut.
Baca juga: Proposalnya Diterima Aqualux, Jumarno Pasok Lemari ke Seluruh Negeri, Omzet Sebulan Rp 60 Juta
Pria yang baru dikaruniai dua anak dan sedang menantikan kelahiran anak ketiga tersebut mengungkapkan, membuka toko yang menjual aluminium serta kaca pada tahun 2011. Menurutnya, pada waktu itu tertarik membuka usaha tersebut karena di Kudus masih jarang orang yang membuka usaha serupa. Selain itu, dia mengaku sudah mahir membuat aneka barang yang terbuat dari aluminium.
“Karena belum banyak pesaing dan bekal pengalaman selama kerja ikut keponakanku, aku niat bismillah dan mantab membuka toko aluminium dan kaca di Kudus. Saking mantabnya aku rela merogoh kocek untuk modal hingga Rp 80 juta,” ungkap Jumarno sambil melanjutkan menggaris kaca untuk dipotong.
Pria yang sekarang tercatat sebagai Warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus itu mengungkapkan, uang tersebut selain digunakan belanja kaca dan aluminium, juga untuk menyewa tempat untuk memajang aneka produk yang terbuat dari aluminium pesanan para pelanggan. Selain itu, uang tersebut juga dia gunakan membeli mobil bak terbuka bekas, guna untuk operasional toko.
Dia mengaku bersyukur analisanya untuk membuka usaha penjualan berbagai macam barang yang terbuat dari aluminium tak meleset. Sekarang tokonya tersebut sudah memiliki banyak pelanggan dan setiap hari ada saja orang yang datang untuk memesan aneka barang yang terbuat dari aluminium.
“Aku menerima semua order pembuatan barang yang berasal dari aluminium. Barang-barang tersebut di antaranya, etalase, lemari gantung, rak sandal dan sepatu. Pokoknya yang terbuat dari aluminium insyaallah aku bisa membuatnya,” jelas Jumarno yang mengaku dari semua order tersebut dia bisa meraup omzet sekitar Rp 15 juta sepekan.

