SEPUTARKUDUS.COM, WATES – Seorang pria memakai berkus kuning berjalan dengan tongkat di kakinya, terlihat sedang melayani pelanggan di rumahnya, Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus. Pelanggan itu minta celana jeans-nya untuk dipermak. Setelah diukur, pelanggan pamit pulang dan pria berkaus kuning berjalan tertatih menuju mesin jahitnya. Pria itu bernama Zunaidi, pemilik Pak Zu Tailor.

Kepada Seputarkudus.com, Zu, begitu Zunaidi biasa disapa, mengatakan, dirinya berani memberikan garansi hasil jahitan selama sebulan. Itu dilakukan untuk menarik pelanggan. Menurutnya pelanggan tidak usah khawatir pakaian yang dijahit atau dipermak akan rusak. Jika terjadi kerusakan pada jahitannya, dia sanggup memperbaiki tanpa biaya tambahan.
Baca juga: Meski Raganya Tak Sempurnya, Zu Buktikan Bisa Mandiri dengan Menjadi Penjahit
“Garansi itu tidak hanya untuk kerusakan saja, jika hasilnya tidak cocok, pelanggan berhak komplain dan pakaian akan aku benahi sesuai keinginan pelanggan. Pokonya kepuasan pelanggan yang utama,” ungkapnya saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Warga Desa Wates, Undaan, Kudus itu mengungkapkan, para pealanggannya selama ini tidak ada yang komplain. Hampir semuanya merasa puas dan menjadi pelanggan tetap. Pelanggan yang datang tidak hanya warga Wates, melainkan juga banyak tetangga desa. Bahkan pelanggannya ada juga yang dari Demak dan Pati.
“Pelangganku ada beberapa yang berasal dari Desa Tanjung Kali, Karanganyar (Demak) dan beberapa orang dari Desa Galiran, Sukolilo (Pati). Bahkan kepala Desa Galiran sudah lama berlangganan, untuk membuat dan mermak pakaian di sini,” ungkapnya.
Zu menerima aneka order jahitan. Untuk tarif permak jeans pengecilan celana bagian paha ditarif Rp 25 ribu. Mengecilkan lingkar celana perut Rp 39 ribu, ganti resleting Rp 14 ribu. Sedangkan untuk memotomg celana bebankan biaya Rp 5 ribu, dan masang kancing biayanya Rp 3 ribu.
Selain permak jeans, dirinya juga menerima order pembuatan celana dan baju pria. Zu lalu merinci biayanya. Untuk membuat celana panjang dia membebankan biaya Rp 60 ribu dan celana pendek Rp 50 ribu. Untuk baju lengan panjang ditarifnya Rp 45 ribu dan baju lengan pendek Rp 40 ribu. Sedangkan pembuatan baju dengan kain batik dia meminta imbalan mulai Rp 50 ribu.
“Untuk pembuatan, harga yang aku sebutkan hanya upahnya saja, tidak termasuk kain bahan. Selain permak mengecilkan celana, aku juga menerima permak membesarkan celana yang aku tarif dengan harga Rp 25 ribu,” ujarnya.
Dia mengungkapn, dirinya kebanjiran order pada saat ajaran baru dan masuk sekolah. Karena pada saat itu banyak sisiwa yang memesan baju seragamnya. Bahkan saking banyaknya order, dia mengaku harus mempekerjakan dua tenaga jahit tambahan dan satu tenaga untuk menyeterika seragam yang sudah jadi.
“Aku berharap usaha jahit yang aku tekuni sejak lama bisa makin berkembang dan makin banyak pelanggan. Dan aku bersyukur meski ragaku kekurangan, aku masih diberi ketrampilan menjahit hingga bisa mandiri tanpa harus merepotkan orang lain,” ungkap Zu.

