Musthofa Kaget Mahasiswa STAIN Kudus Bisa Susun Buku ‘Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria’

SEPUTARKUDUS.COM, STAIN – Kain hitam dibentangkan dengan ornamen dedaunan membentuk pulau-pulau menjadi latar pada kegiatan Haflah Ilmiah 3 di GOR Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, Kamis (2/3/2017). Satu demi satu narasumber membedah buku “Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria” yang ditulis mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma STAIN Kudus.

Haflah Ilmiah 3 Bedah Buku STAIN Kudus
Haflah Ilmiah 3 Bedah Buku “Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria” di STAIN Kudus. Foto: Imam Arwindra

Empat narasumber tersebut antara lain Bupati Kudus Musthofa, Sejarawan Kudus Edy Supratno, dosen STAIN Kudus Nur Said dan Wakil Ketua I STAIN Kudus M Saekhan Muchith. Dalam acara tersebut, ratusan mahasiswa dan tamu undangan hadir. Dalam tempat yang sama juga digelar bazar buku.

-Advertisement-

Musthofa yang saat itu menjadi satu pembedah buku, mengaku kaget mahasiswa STAIN mampu menyusun buku tersebut. Meski dirinya meyakini ada campur tangan dosen yang ikut serta membimping para mahasiswa dalam proses penyusunan, namun bagi dirinya aksi mereka dalam mengembangkan literasi patut diapresiasi.

“Saya sempat kaget. Mengapa saya harus datang ke bedah buku ini, karena yang menulis ini mahasiswa, LPM (Paradigma). Sekalipun ada pengarahan-pengarahan dari dosen, dari para seniornya,” ungkapnya.

Bupati Kudus dua periode ini mengaku kagum setingkat mahasiswa sudah bisa membuat literasi dan inovasi, dengan membuat buku tentang kebudayaan dan tradisi yang selama ini dilakukan masyarakat di sekitar pegunungan Muria. Dia  mengajak berbagai pihak, termasuk sejarawan di Kudus untuk mulai menginventarisir literatur budaya dan tradisi di kaki Pegunungan Muria.

Menurutnya, inventarisasi tersebut sudah diawali Edy Supratno, yang telah menulis buku tentang penemu rokok kretek Djamhari. Selanjutnya, mahasiswa STAIN Kudus dengan buku Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria. “Saya mengusulkan untuk buku ini saat kegiatan Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria, bisa dijadikan sovenir untuk para pengunjung,” tuturnya.

Dengan dibagikannya buku “Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria” untuk para pengunjung, sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya sebagai Bupati Kudus bagi penulis. Pengadaan buku untuk sovenir tersebut bisa dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. “Karena ini menarik. Anak-anak lho, junior-junior kita,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi LPM Paradigma Muhammad Farid menyambut baik usulan tersebut. Pihaknya merasa bangga jika gagasan tersebut bisa direalisasikan. Hal itu setidaknya menunjukkan Pemerintah Kabupaten Kudus turut peduli terhadap kebudayaan di kawasan Muria.

“Masyarakat akan lebih mengenal dengan nilai dan filosofi leluhur budayanya sendiri. Semoga buku tersebut nantinya bisa bermanfaat dan juga bisa dijadikan cermin dan landasan dalam membangun masa depan. Yaitu masa depan yang berbudaya, masa depan yang bijaksana,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER