31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSAlumni UMK Mengajar...

Alumni UMK Mengajar di NTT (1) Weni Terharu Saat Calon Siswanya Berebut Membawakan Tas

SEPUTARKUDUS.COM – Dermaga di Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT), dipenuhi warga yang akan menyebrang. Mereka bergantian menaiki kapal
motor yang terbuat dari kayu. Tak lebih dari 50 orang, kapal motor Wiwana melaju dan menerjang ombak menuju Kampung Halmin Desa Halerman, Kecamatan
Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Weni Rahmawati, alumni mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), juga ikut dalam kapal tersebut.

Mahasiswa UMK Mengajar di NTT
Weni saat di Dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT.
Weni, begitu dia akrab disapa, menceritakan pengalamannya kepada Seputarkudus.com saat berada di sana. Dia naik kapal motor itu saat
penerjunan menjadi pengajar di Kampung Halmin Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat
Daya. 

Menurutnya, hal yang
mengagumkan yakni ketika akan sampai di Dermaga Kampung Halmin. Dari
kejauhan sekelompok orang sudah berkumpul untuk menyambut kadatangan
mereka.  Saat dia menginjakkan kaki di bibir
dermaga, beberapa calon muridnya berebut untuk membawakan koper dan
tas yang dibawa.

“Saya sempat kaget dan terharu. Para guru, warga dan siswa
menyambut kami. Sampai anak-anak berebut membawakan tas saya,” eni saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Panjunan, Kecamatan
Kota, Kudus, Selasa (30/8/2016).

Weni mengikuti progam Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan
Tertinggal (SM3T) yang diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan
Tinggi Republik Indonesia. Program itu dimulai 21
Agustus 2015 dan berakhir 5 Agustus 2016.  

“Saat itu saya diterjunkan bersama guru SM3T lainnya yang didampingi
pihak Kementrian dan Pemerintah Kabupaten Alor untuk menuju lokasi mengajar.
Waktu yang saya tempuh sekitar empat jam mengunakan kapal motor menuju Kampung
Halmin,” ungkap Weni.

Mahasiswa UMK mengajar di NTT
Weni saat mengajar di Kabupaten Alor, NTT.
- Ads Banner -

Dalam progam SM3T dia mengaku tergabung dalam angkatan lima. Menurutnya, penentuan daerah sudah diatur oleh kementrian.
Weni mendaftar SM3T lewat rayon Universitas Negeri Yogjakarta (UNY) dengan
minyingkirkan ribuan pendaftar. 

“Saya terbang ke Alor tanggal 19 Agustus 2015. Resmi
penerjunan Tanggal 21 Agustus 2015. Di Alor saya menjalankan tugas selama satu
tahun,” tuturnya.

Menurutnya, daerah penerjunan guru SM3T bukan hanya di Desa
Halerman, melainkan juga seluruh desa di Kecamatan Alor Barat Daya. Weni menceritakan,
saat bertugas di Kampung Halmin Desa Halerman dia bersama dua temannya dari
Magelang dan Sragen. 

“Untuk menuju ke Desa Halerman hanya bisa menggunakan jalur
air. Setelah sampai di Dermaga yang sekaligus pintu masuk Kampung Halmin,
kami harus berjalan kaki melewati padang savana menuju ke pemukiman
warga,” terangnya.

Weni yang lulusan Pendidikan Bahasa Inggris itu menuturkan, di Kampung Halmin tidak ada kendaraan atau
alat transportasi. Ketika masyarakat Kampung Halmin ingin berpergian atau mengangkut
sesuatu, mereka harus berjalan kaki. Jika keluar desa atau menuju kota mereka menggunakan
kapal motor. 

“Ketika saya pergi mengajar juga
harus berjalan kaki. Namun kebetulas penginapan saya dekat dengan
sekolah. Jadi saya beruntung,” tutur perempuan berjilbab tersebut.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler