31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSKH Ahmad Basyir,...

KH Ahmad Basyir, Pendiri Ponpes Darul Falah Bareng Keturunan Seorang Penjahit

SEPUTARKUDUS.COM, JEKULO Duduknya di samping Gus Dur dan KH Sya’roni Ahmadi. Dia memakai sorban putih dan rida’ warna hijau yang disampirkan di pundaknya. Dialah KH Ahmad Basyir, yang terlihat duduk paling kanan dalam sebuah foto kegiatan dokumen milik Pondok Pesantren Darul Falah Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Pendiri pondok tersebut bukan keturunan seorang kiai, melainkan seorang penjahit.

KH AHMAD BASYIR bersama Gus Dur dan KH Sya'roni Ahmadi
Dokumen Ponpes Darul Falah

KH Ahmad Jazuli Basyir, putra KH Ahmad Basyir yang kini menjadi satu di antara pengasuh Ponpes Darul Falah, menuturkan, ayahnya bukan lahir dari kalangan keluarga kiiai. Ayah KH Ahmad Basyir, yakni Muhammad Mubin atau Kasno, seorang penjahit rumahan. Sedangkan ibunya bernama Dasireh, seorang pedagang kecil. KH Ahmad Basyir lahir tanggal 30 November 1924 di Jekulo.

Dia menuturkan, KH Ahmad Basyir bisa dikenal sebagai kiai besar karena dulu mengabdikan diri kepada kiai. Menurutnya, seluruh hidupnya diabdikan kepada gurunya KH Yasin. “Abah (KH Ahmad Basyir) bukanlah keturunan kiai,”tuturnya kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Gus Jazuli, sapaan akrab KH Ahmad Jazuli Basyir, menceritakan, sebelum mengabdi kepada KH Yasin (sekarang Pondok Pesantren Al-Qaumaniiyyah) tahun 1923. Basyir kecil lulusan Sekolah Rakyat di Jekulo. Setelah lulus dia melanjutkan pendidikan di Kenepan Langgar Dalem milik KH Ma’mun Ahmad. Dia juga mengaji AL-Quran kepada KH Arwani Amin. 

- Ads Banner -

Menurutnya, KH Ahmad Basyir juga berguru kepada KH Irsyad (ayah KH Ma’ruf Irsyad) dan KH Khandiq kakak KH Turaichan Adjhuri. “Ilmu abah dari KH Khandiq, KH Irsyad, KH Ma’mun Ahmad dan ilmu Al-Qurannya dari KH Arwani Amin,” terangnya.

Selanjutnya, setelah dirasa cukup dia mondok ke KH Yasin sambil membantu mengajar. Dia mengabdikan diri kepada gurunya tersebut. “Jadi saat mondok di KH Yasin, abah secara keilmuan sudah terisi,” tambahnya.
Gus Jazuli memberitahukan, KH Ahmad Basyir merupakan murid kesayangan KH Yasin. Menurut cerita, KH Ahmad Basyir sering diajak untuk wirid dan riadlah. Bahkan saking sayangnya, dia dituruni ijazah Dalail Khairat. “Sebenarnya ijazah Dalail Khairat yang punya bukan hanya Mbah Basyir saja. Namun kebanyakan orang datangnya ke Mbah Basyir, karena tanpa syarat,” ungkapnya.
Sepeninggal KH Ahmad Basyir tahun 2014, Pondok Pesantren Darul Falah dan Ijazah Dalail Khairat dilanjutkan tiga anak laki-laki dari delapan bersaudara. Yakni KH Ahmad Badawi Basyir, KH Ahmad Jazuli Basyir dan KH Muhammad Alamul Yaqin Basyir. 

“Anak abah dengan ibu (Nyai Solekhah) ada delapan, yakni  Dewi Umniyah, Inaroh Amti’ah, Ahmad Badawi, Arikhah, Saya (Muhammad Jazuli), Muhammad Asyiq (Almarhum), Nur Zakiyah Mabrurah dan terakhir Alamul Yaqin,” jelasnya.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler