BETANEWS.ID, JEPARA – Dua desa di Kabupaten Jepara sampai saat ini masih terdampak kekeringan meskipun sudah memasuki musim penghujan. Desa tersebut yaitu Tunahan dan Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Muh Ali Wibowo mengatakan pada musim kemarau lalu dua desa tersebut memang terdampak kekeringan. Tapi pada bulan Desember kemarin sumber mata air sudah mulai muncul.
Baca Juga: Kerjanya Tak Sepaneng, Pelipat Surat Suara di Jepara Ketagihan
“Di awal tahun ini kemudian ada permintaan dropping air bersih lagi karena sumber mata airnya katanya mengering,” jelasnya, Selasa (9/1/2024) melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan jumlah keluarga yang masih kekurangan air bersih sebanyak 645 KK, terdiri dari 200 KK di Desa Tunahan dan 435 KK di Desa Watuaji.
Mereka saat ini mengandalkan bantuan droping air bersih dari BPBD yang bersumber dari Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Jepara dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara.
”Untuk saat ini, masing-masing desa didroping air bersih dua kali dalam seminggu sebanyak 20.000 liter,” tambahnya.
Untuk memastikan kondisi dua desa yang masih mengalami kekeringan, BPBD akan melakukan monitoring pada Rabu (10/1/2024). Monitoring tersebut buntuk mengetahui kondisi sumber air dan memetakan kebutuhan air di dua wilayah.
”Kami akan monitoring. Laporan sementara yang kami terima, karena sempat panas beberapa hari dan sampai sekarang sumur warga masih kering,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkab Jepara Nonaktifkan Tiga Pejabat BPR Jepara Artha
Kondisi kekeringan di beberapa wilayah yang menjadi langganan, seperti Kecamatan Kedung dan Welahan, hingga Kecamatan Jepara sudah dinyatakan selesai. Ia mengatakan saat ini BPBD sedang bersiap menghadapi kemungkinan bencana yang timbul pada musim penghujan, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Untuk antisipasi bencana, daribBPBD juga telah membentuk kampung siaga bencana, serta menyiapkan SDM dan alat untuk siaga bencana dalam lingkup kabupaten.
Editor: Haikal Rosyada

