BETANEWS.ID, JEPARA – Semenjak diisukan bangkrut, Kantor PT. Bank Jepara Artha yang berada di Jalan Ahmad Yani nomor 62, Kelurahan Pengkol, Kecamatan/Kabupaten Jepara setiap harinya selalu dipadati antrean nasabah.
Berdasarkan pantauan, antrean tersebut sudah terjadi sejak sepekan sebelum libur Natal. Dari beberapa nasabah yang Betanews.id temui, mereka rata-rata mengeluh terhadap panjangnya nomor antrean. Padahal mereka membutuhkan uang simpanan tersebut segera dicairkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Baca Juga: Libur Natal, Pengunjung Pantai Kartini Jepara Membludak
Salah satu nasabah, Jito (50) warga Perumahan Kuwasharjo, Kuwasen, Kecamatan/Kabupaten Jepara bercerita bahwa ia berencana untuk menarik uang tabungannya yang berada di Bank Jepara Artha untuk membayar biaya sekolah anaknya.
Namun uang tersebut baru bisa dicairkan oleh pihak bank pada tanggal 29 Januari 2024 mendatang atau satu bulan mendatang.
“Ini mau ngambil buat kebutuhan sekolah dan kebutuhan lain-lain, karena uang tabungan ini kan sangat penting. Tadi udah antre dari jam 6 pagi, terus dapat nomor antrian dari satpam nanti tanggal 26,” katanya pada Rabu (26/12/2023) di Kantor Bank Jepara Artha.
Sebagai nasabah yang sudah terlanjur percaya pada bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tersebut, ia mengaku kecewa. Ia yang tadinya hanya berencana untuk mengambil simpanan sebesar Rp10 juta sesuai dengan batas penarikan, kemudian berencana untuk mengambil seluruh simpanannya di bank tersebut.
Kekecewaan yang sama juga turut disampaikan oleh Tiya (45), nasabah yang berasal dari Kelurahan Bapangan, Kecamatan/Kabupaten Jepara. Ia bercerita bahwa mulai menabung di bank tersebut sejak tahun 2005. Berawal dari sang ibu yang sudah lebih dulu menjadi nasabah di bank tersebut.
Lebih lanjut ia bercerita bahwa sebenarnya ia juga memiliki tabungan di bank umum, namun uang tabungan di bank umum tersebut kemudian ia tarik dan disimpan di Bank Jepara Artha. Sebab ia mengaku sudah percaya dengan bank tersebut.
Namun dengan kondisi yang sekarang, ia mengaku kecewa. Bahkan ibunya yang juga masih memiliki deposite di Bank Jepara Artha, kondisi kesehatannya juga sering terganggu.
“Udah capek, udah kesini setiap hari sampek sini ternyata masih antri, ya kecewa, ibu saya sampai nangis, karena depositnya disini kan, tau kayak gini darahnya naik terus,” ujarnya.
Baca Juga: Anak Muda Dominasi Pendaftar KPPS di Jepara
Antrean nasabah di bank tersebut bahkan tidak hanya berasal dari Kecamatan Jepara, tetapi banyak juga yang berasal dari luar kecamatan Jepara. Endang (50), salah satu nasabah yang berasal dari Kecamatan Bangsri bercerita bahwa ia diarahkan dari kantor kas untuk melakukan penarikan di kantor pusat.
Sebab jumlah simpanan yang ia ambil melebihi jumlah dana yang bisa di proses di kantor kas. Uang tersebut rencananya akan ia gunakan untuk melunasi pembelian lahan tanah. Namun ia baru mendapat antrian pada tanggal 18 dan 29 Januari 2024 mendatang.
Editor: Haikal Rosyada

