BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan hasil sensus pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, 73 persen petani di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh kelompok usia 45 tahun ke atas.
Manggus Suryono, Kepala BPS Kabupaten Jepara merinci sebaran petani di Kabupaten Jepara yang berusia 15-24 tahun sebanyak 0,57 persen, usia 35-44 tahun sebanyak 18,98 persen.
Baca Juga: Komunitas Sekolah Inklusi Jepara Gelar Gebyar Inklusi 2023
Usia 45-54 tahun sebanyak 27,60 persen, usia 55-64 tahun sebanyak 26,37 persen dan yang berusia diatas 65 tahun sebanyak 19,44 persen.
Dari data tersebut ia mengatakan bahwa regenerasi terhadap petani muda atau millenial tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri terutama bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
“Ini tentu menjadi tantangan bagaimana mengajak para pemuda mau untuk bekerja di sektor pertanian, Jangan-jangan nanti sangat sedikit yang bekerja di bidang pertanian,” katanya pada Selasa (12/12/2023) dalam kegiatan Diseminasi Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian Tahap I, di Hotel D’Season Kabupaten Jepara.
Sebab jika melihat dari hasil tersebut, petani millenial atau yang sekarang ini berusia 27 – 42 tahun, hanya 20% persen dari total petani yang ada di Kabupaten Jepara.
Petani millenial menurutnya menjadi salah satu indikator tingkat regenerasi yang ada di sektor pertanian. Serta bagaimana pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu menciptakan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.
Dari 143.335 petani yang ada di Kabupaten Jepara, petani millenial hanya berjumlah 66.536 petani.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sensus pertanian tersebut memiliki beberapa variabel lain yaitu jumlah usaha pertanian, lahan pertanian, petani gurem, urban farming, penggunaan pupuk, serta komoditas hasil pertanian.
Baca Juga: Mobil Pribadi hingga Kendaraan Umum Banyak Jadi Alat Kampanye, Ini Kata Bawaslu Jepara
Dari sektor usaha pertanian di Kabupaten Jepara menurutnya bdidominasi oleh usaha pertanian perorangan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 6,84 persen dibanding hasil sensus tahun 2013.
“Jumlah ini juga cukup menggembirakan sebenarnya, karena banyak wilayah yang unit usaha pertanian nya menurun dibanding sepuluh tahun yang lalu tetapi di Jepara meningkat,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

