BETANEWS.ID, KUDUS – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Golkar, Jamaludin Malik viral di media sosial. Caleg nomor urut 5 daerah pilihan (Dapil) Demak, Jepara, dan Kudus itu jadi perbincangan masyarakat karena punya cara kampanye yang unik, yakni menggunakan baliho bergambar Ultraman gemoy.
Disambangi di rumahnya, Desa Tanggul Panden RT 6 RW 2, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, pria yang akrab disapa Jamal pun sudi berbagi kisah terkait hidupnya hingga berani nyaleg di DPR RI.
Pria berusia 33 tahun tersebut mengaku, bukanlah orang yang terlahir dari keluarga berada. Bahkan bisa dikatakan, ia lahir sebagai gelandangan karena saat itu kedua orang tuanya tak memiliki rumah.
Baca juga: Ultraman Tiba-Tiba Muncul di Alun-Alun Kudus, Ternyata Bukan Sedang Cari Monster
“Saat aku lahir orang tuaku hidup mengontrak di Jetak Kembang, Kudus. Kontrakan orang tuaku sebenarnya tak layak dan mirip kandang ayam karena hanya berdinding eblek atau anyaman bambu. Sementara usaha orang tuaku adalah berjualan lontong tahu di Menara,” ujarnya, Selasa (5/12/2023).
Menurutnya, ekonomi orang tuanya saat itu begitu sulit. Karena alasan itu pula Jamal hanya mengenyam pendidikan sampai SMA. Ia tidak kuliah, Sebab, selain alasan ekonomi kedua adiknya juga butuh pendidikan.
“Saya sebenarnya ingin kuliah, tapi karena ekonomi keluarga tidak memungkinkan sehingga saya pun harus memupus keinginan tersebut. Bahkan untuk biaya sekolah SMA, orang tuaku harus utang sana-sini,” bebernya.
Karena banyak utang, orang tuanya pun kerap ditagih sama orang. Hingga Jamal pun memutuskan untuk bekerja jadi kuli panggul di Pasar Bitingan, Kudus. Bekerja selama 3 tahun mulai 2007 sampai 2011, ia tidak pernah pegang uangnya. Karena semua hasilnya diberikan kepada orang tuanya untuk membantu bayar utang.
Baca juga: Baliho Caleg Bergambar Ultraman Gemoy Viral di Jepara
“Semua hasil kerja dari kuli panggul saya kasihkan kepada orang tua untuk bayar utang. Selain itu juga untuk bantu pendidikan kedua adikku,” ungkapnya.
Namun, kemudian kejadian nahas terjadi. Jamal mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan kakinya bengkok hingga tak lagi bisa bekerja berat, jadi kuli panggul. Jamal pun kemudian memutuskan untuk mencari pekerjaan lain.

