Sejak Terapkan Sekolah Inklusi, Kemampuan Siswa ABK di SMPN 2 Undaan Meningkat Pesat

BETANEWS.ID, KUDUS – SMPN 2 Undaan jadia salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan sekolah inklusi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini sedang digalakkan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak tanpa harus mengirimnya ke Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kepala SMPN 2 Undaan, Siti Fatimah, mengatakan, penerapan sekolah inklusi ini telah berjalan selama satu semester. Terdapat 16 siswa dari kelas VII-IX yang mendapatkan pendampingan secara intensif dalam kegiatan belajar.

“Kondisi anak-anak yang kita layani itu memang kemampuan kognitifnya kurang, sehingga ketika mengikuti pembelajaran reguler kesulitan. Membaca saja tidak bisa apalagi dalam memahami pelajaran pada umumnya,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (23/11/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Disdikpora Kudus Minta Setiap Sekolah Buka Layanan Pendidikan Inklusi

Untuk menunjang kebutuhan inklusi, sekolah telah menyediakan beberapa fasilitas khusus kepada ABK, di antaranya kelas tambahan, ruangan nyaman, dan dua guru pembimbing, yakni Anif Rida dan Anggreini

“Per semester ini kami membuatkan jadwal khusus, dengan memberikan latihan membaca dan menulis pada hari Senin sampai Kamis setelah jam istirahat pertama. Kami juga melalukan pembelajaran di ruang khusus perpustakaan, untuk menciptakan suana nyaman dan menyenangkan,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya penerapan program inklusi ini, anak jauh lebih baik daripada sebelumnya, karena perkembangan siswa dipantau setiap hari oleh guru pembimbing yang kemudian dilaporkan kepada wali murid.

“80 persen anak sudah meningkat kemampuan membacanya. Yang dulu ada satu huruf terlewat sekarang baik lagi. Walaupun 20 persen perkembangannya masih memprihatinkan,” ujarnya.

Baca juga: Puluhan Guru SD di Jekulo Belajar Pendidikan Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Walaupun kurang di bidang akademik, kata Fatimah, anak-anak inklusi justru unggul dalam bidang nonakademik. Dia menyebut, baru-baru ini siswa SMPN 2 Undaan maraih prestasi Juara 3 Rebana dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) 2023 tingkat kabupaten.

“Ke depannya akan kita lanjutkan program inklusi ini dan akan membuatkan kurikulum khusus. Harapannya Dinas Pendidikan juga mendampingi kami untuk melakukan layanan inklusi ini supaya tepat dan efisien dalam pelaksanaan,” pungkasnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER