Pemkab Kudus Luncurkan 4 Inovasi untuk Atasi Serangan Siber hingga Permudah Investasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meluncurkan empat inovasi yakni Sikat CSIRT, Pro InvestKu, Janeta ASNKU, dan SIP DEN untuk membantu menyelesaikan persoalan di instansi terkait. Launching inovasi tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Sekda Kudus Revlisianto Subekti di Pendapa Kudus, Rabu (15/11/2023).

Sikat CSIRT merupakan aplikasi pencegahan keamanan siber, Pro InvestKu adalah aplikasi investasi berbasis web yang memudahkan proses investasi di Kudus. Selanjutnya Janeta ASNKU yaitu Sistem Informasi Manajemen untuk ASN profesional, dan SIP DENI adalah forum kewaspadaan dini dan pelaporan deteksi dini untuk kebijakan kepala daerah di Kudus.

Pemkab Kudus meluncurkan empat inovasi unggulan di di Pendapa Kudus, Rabu (15/11/2023). Foto: Ist

Revlisianto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inovasi yang dilakukan oleh para peserta Diklat PIM II angkatan 31. Dia berharap inovasi proyek perubahan yang dicanangkan oleh peserta diklat ini bisa menjadi solusi persoalan-persoalan yang menjadi kendala selama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Siapkan SDM Mumpuni, DPMPTSP Kudus Gelar Diklat Perizinan Dasar untuk Semua OPD

“Saya berharap dalam inovasi yang dicanangkan bisa menjadi solusi persoalan-persoalan yang menjadi kendala selama ini,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dihasilkan oleh para peserta diklat tidak hanya bermanfaat bagi pribadi, OPD, maupun bagi pemerintah daerah, tapi yang lebih utama adalah bermanfaat bagi masyarakat untuk jangka panjang. Bahkan, jika sudah tidak menjabat atau pensiun pun masih tetap digunakan.

“Apa yang dihasilkan semoga bisa memberi manfaat bagi masyarakat untuk jangka panjang bahkan sampai pensiun tetap digunakan,” tambahnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kudus, Dwi Yusi Sasepti, mengungkapkan bahwa Kudus telah mengalami 28 serangan siber selama 2023 dan 287,926 anomali traffic yang menyerang aplikasi atau website Pemkab Kudus. Melalui aplikasi Sikat CSIRT yang pihaknya kembangkan ini, diharapkan serangan siber dapat diantisipasi dan lokasi pelaku dapat terdeteksi.

“Sebelum adanya CSIRT kita belum bisa mendeteksi. Setelah adanya CSIRT kita bisa lihat posisi rumah pelaku serangan,” ujarnya.

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Pemkab Kudus Siapkan Dana TT untuk Bencana Rp2 Miliar

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hasto Prastowo, menyatakan bahwa pembentukan CSIRT di Kabupaten Kudus ini dapat dikolaborasikan dengan CSIRT se Jawa Tengah. Dirinya juga berharap Sikat CISRT dapat meningkatkan kepercayan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di dunia siber.

“Dalam pembentukan CSIRT ini saya harap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan kesejahteraan di dunia siber,” ujarnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER