BETANEWS.ID, KUDUS – Kegiatan Museum Keliling yang dilaksanakan di SMPN 1 Mejobo, Senin (30/10/2023) mendapatkan apresiasi dan respon yang bagus dari peserta. Bahkan mereka sangat semangat untuk mengunjungi Museum Situs Purbakala Patiayam setelah kegiatan sosialisasi tersebut.
Guru IPS SMPN 1 Mejobo, Puji Susanto, misalnya. Dia mengaku sangat senang sekali dengan kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus itu.

“Kegiatan Museum keliling ini sangat bagus sekali, karena kegiatan ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tapi untuk siswa. Saat ini dilakukan untuk guru dan kepala sekolah, juga pengawas,” bebernya.
Baca juga: Guru dan Kepala Sekolah di Kudus Belajar Sejarah di Museum Keliling
Ia mengungkapkan, untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut, pihaknya akan mengajak siswa-siswinya melakukan pembelajaran di luar kelas dengan berkunjung ke Museum Situs Purbakala Patiayam. Sebab, dengan pengenalan kepada anak didik itu bisa memberikan pengetahuan terhadap anak, bahwa Kudus memiliki potensi sejarah yang sangat bagus.
“Diharapkan nanti pelaksanaan kegiatan ini ada tindak lanjutnya, siswa-siswi bisa diajak untuk outing class ke Museum Situs Purbakala Patiayam. Sehingga, anak-anak tahu bahwa potensi Kudus itu memliki Situs Purbakala, yang visa untuk belajar sejarah,” ungkapnya.
Karena sampai saat ini, kata Puji, kebanyakan anak belum tahu jika Kudus mempunyai Situs Purbakala. Menurutnya, anak-anak tahunya hanya yang modern saja, sehingga pengenalan melalui pendekatan kegiatan Museum Keliling ini sangat dibutuhkan.
Baca juga: Museum Keliling 2023 di Kudus Dapat Respon Positif
Puji mengaku, pihak SMPN 1 Mejobo sebelumnya sudah pernah melakukan kunjungan ke Museum Situs Purbakala Patiayam dua kali, yakni pada 2020 dan 2021.
“Bahkan dulu pada saat ke sana masih satu gedung, sekarang kan sudah ada dua gedung. Jadi pada saat satu gedung sudah pernah, dan dua gedung juga pernah. Rencananya nanti akan kita agendakan ke sana lagi untuk kelas VIII yang berkaitan dengan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka,” jelasnya.

