BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memastikan pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Kabupaten Kudus tak bisa terlaksana 100 persen di tahun 2023. Pembangunannya dimungkinkan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, 2024.
Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, saat ini tahapan pembangunan SIHT masih proses probity audit atau pemeriksaan dan pemberian saran oleh Inspektorat. Menurutnya, pekan depan sudah proses pengurukan lahan.
“Paling lambat pekan depan sudah proses untuk pengurugan lahan. Lahan yang diurug nantinya kurang lebih seluas 3,6 hektare,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini kepada Betanews.id di halaman Comand Canter Kudus, Senin (9/10/2023).
Baca juga: Pembangunan SIHT di Kudus Dikhawatirkan Gagal Lagi, Ini Penyebabnya
Setelah itu, lanjutnya, kemudian dilanjutkan pembangunan pagar keliling lahan SIHT, pembangunan drainase dan talut. Pengerjaan tersebut ditarget selesai pada akhir tahun 2023.
“Sementara untuk gudangnya nanti akan dibangun pada tahun berikutnya, yakni di tahun 2024,” bebernya.
Dia mengatakan, pengurugan lahan, pembangunan pagar, drainase dan talut tersebut kurang lebih menelan anggaran sebesar Rp 21 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Di Anggaran Perubahan tahun 2023 ini dana cukai di Disnakerperinkop Kudus yang untuk SIHT hanya Rp 21 miliar. Sementara sisanya dialihkan ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” ungkapnya.
Baca juga: Status Lahan Beres, SIHT Kudus Optimis Bisa Dibangun Tahun Ini?
Sebagai informasi, di tahun 2023 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengalokasikan DBHCHT kurang lebib sebesar Rp 39 miliar untuk pembangunan SIHT. SIHT akan dibangun di atas lahan milik Pemkab Kudus seluas 3,6 hektare di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo.
Nantinya di SIHT terdapat 15 gudang yang akan disewakan kepada pengusaha kecil rokok. Diharapkan dengan adanya SIHT mampu mengurangi produksi dan peredaran rokok ilegal. Selain itu juga diharap mampu menyerap tenaga kerja.
Editor: Suwoko

