BETANEWS.ID, PATI – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Saiful Ikmal merespon adanya tudingan terkait dugaan pungli dalam rekrutmen Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ikmal menegaskan, bahwa pihaknya mendukung untuk melaporkan, kalau memang ada bukti pungli dalam rekrutmen PPPK tahun ini.
“Itu kan persepsi (tudingan pungli). Kami malah mendukung. Ketika ada bukti, satu orang saja, dibuktikan bahwa itu benar-benar ada pungli, ayo kita bersama-sama laporkan. Jangan jangan, mereka mengatasnamakan pejabat di Kabupaten Pati, katakanlah, ” ujar Ikmal.
Ia mengatakan, bahwa hal tersebut tidak benar, apalagi untuk mencari keuntungan pribadi.
“Kita ini, menjaga bener P3K kali ini yang diclear BKN, bahwa pengadaan P3K berlangsung jujur, kompetitif dan transparan,” imbuhnya.
Kemudian terkait dengan adanya permintaan uji forensik CAT, pihaknya mempersilakan. Namun ia menegaskan bahwa CAT bukan merupakan kewenangan dari pansel Kabupaten, tapi dari pihak BKN.
“CAT yang dipakai adalah CAT BKN.Tapi itu monggo ajalah, karena itu bukan kewenangan kami, ” ucapnya.
Ia pun menyebut kalau CAT BKN diakui kejujurannya, transparansi dan adil. Katanya, pengadaan P3K tahun ini benar-benar normatif.
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar tidak terbujuk rayu oknum yang mengatasnamakan pejabat atau siapapun dengan imbalan uang, dengan dalih bisa meloloskan.
Baca Juga: Puluhan Warga Pati Demo Tuntut Tranparansi Rekrutmen PPPK, Curigai Ada Peserta yang Diloloskan
Sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Ormas Mantra melakukan demo di depan Kantor Bupati Pati. Mereka melakukan aksi jalan kaki keliling Alun-alun Simpang Lima yang kemudian dilanjutkan ke Kantor BKPP Pati, Senin (9/10/2023).
Dalam aksinya, mereka menyebut ada mafia di balik perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Editor: Haikal Rosyada

