BETANEWS.ID, JEPARA – Sudah satu bulan terakhir, harga beras mengalami kenaikan. Dari yang tadinya hanya Rp10 ribu/kg, kini mencapai Rp13-14 ribu per kg
Mukhamad Akhim (50), salah satu pedagang beras yang ada di Pasar Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara bercerita bahwa sudah satu bulan ini harga berus belum terjadi penurunan.
Baca Juga: Penuhi Pasokan BBM Bagi Nelayan, Pemkab Jepara Tambah SPBUN Baru
Datangnya musim kemarau membuat banyak lahan atau sawah yang tidak ditanami bahkan cenderung dibiarkan oleh petani, hal itu berimbas pada melambungnya harga beras yang ada di pasaran.
“Sekarang masih tinggi harganya, di kisaran Rp13-14 ribu per kg, rata-rata Rp13 ribu, tapi yang paling mahal masih di harga Rp14 ribu per kg,” katanya pada Betanews.id, Jumat (6/10/2023) saat ditemui di Pasar Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Hadirnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang diharapkan bisa menekan tingginya harga beras di pasaran menurutnya juga tidak berpengaruh terhadap harga beras. “Nggak ngaruh (adanya beras SPHP) tetep masih tinggi,” tambahnya.
Eri Tri Kurniasih (46), salah satu pedagang lain mengatakan bahwa harga beras yang ia jual memang sedikit mengalami penurunan.
Dari yang tadinya ia jual dengan harga Rp14 ribu per kg menjadi Rp13.500 per kg. Kemudian yang tadinya Rp13.500 per kg, kini Rp13 ribu per kg.
Baca Juga: Penuhi Pasokan BBM Bagi Nelayan, Pemkab Jepara Tambah SPBUN Baru
Meskipun sedikit mengalami penurunan, namun harga beras tersebut menurutnya masih tinggi. Sebab sebelumya harga beras hanya di kisaran Rp10 ribu per kg.
“Ini sudah agak turun, tapi hitungannya masih tinggi, sebab biasanya hanya Rp10 – 10.500 per kg. Kalau katanya sih berasnya nggak ada, sebab biasanya kalau beli dua kwintal sekarang adanya satu kwintal, jadinya masih mahal,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

