BETANEWS.ID, DEMAK – Setiap perokok pasti mengalami keresahan pada harga rokok yang tiap tahun terus naik. Rokok nglinting dewe (tingwe) adalah alternatif bagi perokok agar isi dompet masih bisa terselamatkan.
Sama seperti perokok lainnya yang mulai resah karena harga terus naik, Rizal Maulana, seorang pemuda asal Demak mulai mencoba untuk mengganti rokoknya dengan rokok tingwe. Tak hanya bisa mengirit pengeluaran, karena hal itu, Ia kini malah berhasil berjualan tembakau.
Baca Juga: Menilik Produksi Ikan Asap Pertama di Kudus, Sehari Bisa Produksi Satu Kwintal
RNB Tembakau di Dukuh Barus, Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kabupaten Demak adalah buah hasil keresahan yang kini menjadi andalan Rizal mencari cuan.
“Sebelumnya coba-coba mau ngirit tapi tetap nikmat cari tembakau yang enak. Lalu punya ide sekalian buka usaha, jadi kalau ngerokok gratis tinggal ambil,” katanya.
Meskipun terbilang baru di kota wali, pelanggannya juga tidak kalah ramainya. Situasi itu dipengaruhi oleh naiknya harga rokok, sehingga banyak perokok aktif beralih ke tingwe karena harganya yang lebih murah. Rizal tidak menyediakan rokok ketengan, akan tetapi ia menawarkan jasa linting kepada konsumennya.
“Kalau beli rokok misalnya harga Rp30 ribu, jika dijual eceran Rp2.500 sampai Rp3000 per batang. Tapi kalau tingwe Rp30 ribu sudah dapat 50 batang dan dijual Rp1.600, jadi selisihnya banyak,” terangnya
Berkat aji mumpung memanfaatkan situasi itu, Rizal mengaku mendapatkan peningkatan keuntungan 50 persen hingga 60 persen dalam sebulan dari menjual tembakau. Menurutnya situasi itu akan terus berlangsung jika harga cukai rokok masih tinggi.
“Dari pemerintah itu kan menaikkan cukai terus harga rokok, lalu tingwe jadi laris. Solusi nikmat tetap hemat. Maunya sih penjual tingwe sejahtera selama itu,” ujarnya.
Baca Juga: Info Kuliner Durian Jepara, Mantap dan Murah Meriah, Mulai Rp5 Ribu
Disebutnya, tiap tembakau memiliki karakteristik dan aroma yang berbeda-beda. Seperti original dari Boyolali dengan warna pekat dan bau yang lebih kuat daripada tembakau damar wangi asal Sumedang yang berwarna cerah dan berbau tipis. Adanya kualitas dan rasa itu lah yang membuat harga tembakau menjadi beragam.
“Harga bervariasi mulai dari satu ons Rp14 ribu sampai paling mahal satu ons Rp34 ribu. Mungkin dari produksi, kualitas, dan cara pengolahannya mempengaruhi harga,” paparnya.
Editor: Haikal Rosyada

