Ratusan Anak di Pati Dikenalkan Kesenian Tradisional Wayang Potehi

BETANEWS.ID, PATI – Ratusan anak terlihat duduk di halaman Kelenteng Hok Tik Bio Pati. Mereka tampak ceria menyaksikan sebuah panggung kecil yang berada di depannya. Di panggung tersebut, terdapat sebuah pertunjukan kesenian klasik yang berasal dari Negeri China, yaitu Wayang Potehi.

Ratusan anak-anak yang berasal dari berbagai jenjang sekolah dasar (SD) yang ada di Kabupaten Pati itu, tampak antusias melihat pertunjukan yang digelar pada Sabtu (23/9/2023) sore tersebut.

Pertunjukan Wayang Potehi di Kelenteng Hok Tik Bio Pati. Foto: Kholistiono

Ketua Umum Kelenteng Hok Tik Bio, Edy Siswanto, mengatakan, pertunjukan yang digelar di Kelenteng Hok Tik Bio tersebut merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya dan kesenian kepada anak-anak.

-Advertisement-

Baca juga: Thio Haouw Liep, Penjaga Terakhir Wayang Potehi di Semarang

“Dalam rangka ulang tahun Kwlenteng Hok Tik Bio ini, kita mengadakan beberapa kegiatan, salah satunya pertunjukan Wayang Potehi. Ini kita juga mengundang anak-anak dari beberapa sekolah, sekaligus pengenalan budaya kepada mereka, ” ujar Edy.

Ia berharap, melalui cara seperti ini, anak-anak juga mengenal ragam kebudayaan, termasuk Wayang Potehi. Apalagi keberadaan Wayang Potehi juga sudah diakui di Indonesia.

Edy menyebut, Wayang Potehi atau Wayang Boneka yang terbuat dari kain perca tersebut, merupakan kesenian tradisional China yang diyakini sudah ada sejak tahun 265 hingga 420 masehi dan dikenal di Indonesia pada abad ke 16.

Baca juga: Wayang Klithik, Warisan Budaya Penanda Berdirinya Desa Wonosoco

Sementara itu, Cellyn, salah satu siswi SD Kanisius mengaku senang bisa melihat pertunjukan Wayang Potehi itu.

“Baru pertama lihat. Senang bisa lihat Wayang Potehi,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Icha. Siswi SD Sidokerto tersebut mengaku antusias menyaksikan Wayang Potehi. Ia juga menyebut baru kali pertama melihat pertunjukan Wayang Potehi. “Lucu bahasanya. Wayangnya juga kecil dari kain. Seneng lihatnya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER