BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang sibuk melayani pengunjung di salah satu stan Expo Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2023 di Alun-alun Simpang 7 Kudus, (9/9/2023). Hasan Munawir, perajin yang berhasil menyulap limbah karung goni menjadi beberapa produk yang bernilai jual tinggi dan sering kali diekspor ke luar negeri.
Hasan yang merupakan owner Origoni mengatakan, saat ini usaha yang mulai dirintis sejak Maret 2019 itu tak hanya lokal Kudus saja untuk pemasarannya produk yang dibuatnya. Beberapa wilayah di Indonesia, bahkan sampai luar negeri berlangganan dengan produk Origoni.
Baca Juga: Tak Juga Dilantik, Garank 1 Segera Siapkan Langkah Hukum
“Produk sampai saat ini Alhamdulillah sudah banyak dikenal dari lokal maupun internasional. Untuk pengiriman luar negeri sudah berkali-kali, karena tidak hanya dari satu negara, namun ada banyak,” kata pria yang berusia 28 tahun tersebut.
Pelanggan luar negeri yang sudah berlangganan di sana, tutur Hasan, dari Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Chinese Taipei. Menurutnya, pelanggan itu berasal dari Indonesia yang saat ini sedang bekerja di sana atau memang sudah menjadi warga negara di sana.
“Mancanegara itu kebanyakan dari TKI yang tinggal di sana. Ternyata warga masyarakat Indonesia sangat nasionalis. Karena mereka membeli produk atau karya anak bangsa (Indonesia),” ungkapnya.
Ia menjelaskan, setidaknya dalam penjualan produk Origoni miliknnya saat ini bisa menjual ratusan produk yang dikirim ke lokal maupun internasional. Bahkan jika saat menjelang lebaran, Hasan mengaku bisa menjual hingga ribuan produk setiap harinya,
“Kalau saat ini untuk penjualan sehari kurang lebih antara 100-200 pcs. Namun kalau bulan puasa bahkan bisa menjual hingga ribuan,” jelas pria yang beralamat Desa Jurang RT 1 RW 3, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus itu.
Usaha atau produk yang dirintis itu, katanya, berawal dari iseng atau tidak terpikirkan sebelumnya. Melihat banyaknya limbah karung goni yang ada di sekitarnya, Hasan kemudian mencoba membuat produk peci dari sebuah limbah goni.
Al hasil, setelah produk peci selesai dibuat, banya temannya yang kepincut untuk memiliki produk tersebut. Apalagi, produk yang dibuat Hasan itu dengan gaya atau model vintage dan klasik, yang banyak disukai oleh temannya.
“Awalnya gabut, dari goni yang nganggur dibuat sebuah produk peci kok ternyata pada suka, terutama teman-teman. Alhamdulillah hingga saat ini semakin berkembang dan semakin banyak penjualan,” tuturnya.
Dengan perkembangan usahanya, produk-produk yang dibuat oleh Hasan itu juga semakin banyak, dan terus dikembangkan. Saat ini, untuk produk-produk yang dibuatnya itu meliputi, peci goni, songkok goni, topi goni, tas goni, rompi goni, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Petani Undaan Iuran Normalisasi Sungai, Dewan Kudus: ‘Harusnya Pemkab Lebih Responsif’
Untuk harga yang dipatok, katanya, sangat beragam. Sebab, saat ini ada produknya semakin banyak dan bertambah secara terus menerus. Menurutnya, untuk satu produk dari Origoni, pihaknya mematok dengan harga Rp25-45 ribu.
“Produk awalnya memang dari peci. Karena ingin berkembang, kita diferensiasi produk, yang saat ini bertambah banyak. di antaranya meliputi songkok goni, topi goni, tas goni, rompi goni,” tambah Hasan.
Editor: Haikal Rosyada

