BETANEWS.ID, KUDUS – Di musim kemarau atau musim panas seperti sekarang ini, buah jeruk menjadi salah satu buah yang digandrungi masyarakat, termasuk warga Kudus. Buktinya, penjual jeruk yang berada di Jalan Budi Utomo, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu ramai pembeli.
Sejumlah pembeli silih berganti berdatangan di lapak penjualan dadakan yang memanfaatkan lahan dipinggir jalan tersebut. Dua orang pria penjual di sana dibuat senang dengan banyaknya pembeli. Salah satu pria tersebut adalah Ahmad Fani, karyawan yang ikut bekerja di sana.
Baca Juga: Dana Cukai Rp1,3 Miliar di Dishub Kudus Sudah Terserap, Digunakan untuk Ini
Fani mulai berjualan di sana sejak dua pekan yang lalu. Di sana, dia menjual buah jeruk jenis Bali biasa yang saat ini stoknya sedang melimpah ruah.
“Jenis jeruk Bali biasanya ini untuk rasanya kurang lebih hampir sama dengan jenis lainnya. Rasanya segar manis, sehingga pas di makan saat musim panas. Sedangkan untuk perbedaannya hanya ketebalan kulit jeruknya yang agak lebih tebal dari jenis lainnya,” katanya saat ditemui, Selasa (22/8/2023).
Ia menuturkan, ada dua ukuran jeruk yang dijualnya itu, yaitu ukuran kecil dan besar. Untuk ukuran kecil satu kilogram jeruk bisa berisa sampai 15 biji, sedangkan untuk ukuran besar satu kilogramnya berisi 8-10 biji.
“Paling banyak diminati yang ukuran kecil, karena dari harga lebih murah. Kemudian yang kecil ini untuk rasa kan beda, agak kecut, tapi kebanyakan dibuat untuk jus. Sehingga pembeli banyak yang memilih ukuran kecil,” ungkapnya.
Dalam penjualannya, harga jeruk yang dijual tersebut Rp9 ribu per kilogram untuk ukuran kecil. Sedangkan untuk jeruk ukuran besar Rp15 ribu per kilogramnya. Dalam sehari Fani bisa menjual jeruk dalam jumlah 10-12 peti atau 300-360 kilogram.
Baca Juga: Papera Kudus Dibentuk, Gerindra Yakin Aura Kemenangan Prabowo Jadi Presiden Sudah Datang
Salah satu pembeli yang sudah keempat kalinya beli di sana adalah Kasman. Warga Loram Wetan itu selalu membeli jeruk di sana untuk dikonsumsi sendiri dan bersama keluarganya.
“Ini membeli jeruk yang ukuran kecil karena ada rasa segar dan manisnya. Anak dan istrinya semuanya senang, jadinya setiap kali jeruk habis kemudian beli lagi. Kalau beli biasanya Rp15 ribu,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

