BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah anak-anak terlihat antusias dan semangat mengikuti lomba festival layangan di lapangan Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (19/8/2023). Acara tersebut diadakan oleh pihak RT 1 RW 3 untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78.
Ketua RT 1 RW 3 Desa Tumpangkrasak sekaligus ketua panitia, Joko Supriyono mengatakan, lomba layangan tersebut merupakan lomba pertama kalinya yang diadakan yang ditujukan untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD), khusus untuk warga Desa Tumpangkrasak.
Baca Juga: Ketua DPRD Kudus Sebut Bonus Atlet Porprov Jateng Belum Diajukan di APBD Perubahan
“Even ini pertama kalinya, sebagai respon dan memberikan wadah terhadap anak yang sering main layangan di saat musim kemarau ini. Diadakannya lomba layangan ini antusiasme anak-anak sangat bagus sekali,” bebernya saat ditemui di lokasi lomba, Sabtu (19/8/2023).
Ia menjelaskan, hari terkahir pendaftaran pada tanggal 17 Agustus banyak yang antusias. Bahkan pihaknya sampai menolak peserta lantaran pihaknya hanya menyediakan kuota sebanyak 10 grup. Masing-masing grup terdiri dari dua orang.
“Beberapa ada desa lain yang ikut daftar dan kami tolak karena tahun ini kami khususkan untuk anak desa sini saja. Mungkin saja tahun depan bisa kami agendakan, dan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Joko menuturkan, tujuan dengan adanya lomba tersebut untuk meningkatkan pertemanan anak-anak supaya bisa tambah rukun. Sehingga dengan hal itu, anak-anak bisa saling kenal satu sama lain.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, sistem lomba yang diselenggarakan adalah sistem gugur (tarung bebas). Artinya, layangan yang putus dalam lomba tersebut dinyatakan gugur. Sistem itu dinilai lebih seru dan waktu perlombaan bisa mempersingkat waktu.
Baca Juga: Rp40 M Dana Cukai Bakal Dialokasikan untuk Infrastuktur, Buruh Rokok Tak Sepakat
“Karena selain lomba layangan sore ini juga ada beberapa lomba lain untuk memeriahkan HUT RI,” katanya.
Ia menambahkan, acara tersebut pyur dari dana khas dan donatur warga RT 1 RW 3, dengan terkumpul sekitar Rp 20 juta. Menurutnya dengan dana tersebut digunakan untuk acara malam tirakatan, lomba anak-anak, ritual siram gunungan, kenduri, dan ada mengundang Reog Ponorogo.
Editor: Haikal Rosyada

