BETANEWS.ID, DEMAK – Kelompok yang mengatasnamakan Forum Sayung Menggugat mengadakan mimbar bebas menuntut penanganan rob Demak. Lebih dari 1000 orang dari 12 desa di Kecamatan Sayung melakukan istigosah bersama dan dilanjutkan dengan membentangkan spanduk tuntutan.
Setelah itu, mimbar bebas dilanjutkan dengan penyampaian orasi oleh beberapa tokoh desa.
Baca Juga: Pompa Air Tenaga Surya, Jalan Warga Timbulsloko Demak Dapatkan Air Bersih
Ketua Forum Sayung Menggugat, Fatchurrohman, mengatakan, pada mimbar bebas itu masyarakat ingin mengutarakan keresahan banjir rob yang bertahun-tahun menenggelamkan rumah mereka kepada pemerintah.
“Kemarin kita merdeka, tapi sejatinya kita belum merdeka secara subsantial. Merdeka itu bukan hanya bebas dari penjajahan secara fisik, tapi juga kebebasan yang dicita-citakan masyarakat,” di depan PT PP Semarang-Demak, Jalan Raya Demak-Semarang, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat (18/8/2023).
Untuk itu, ia berharap pemerintah kabupaten Demak, pemerintah provinsi Jawa Tengah, dan presiden bisa memperhatikan kondisi rob di wilayah Sayung. Mengenai penanggulangan kerusakan lingkungan di sana.
“Poin yang kami sampaikan tadi agar pemerintah membuatkan tanggul laut untuk membendung air masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Setelah adanya aksi tersebut, lanjut Fatchur nantinya surat terbuka itu disampaikan dan dikirim langsung oleh Presiden Joko Widodo. Begitu juga dengan mimbar bebas yang diadakan secara rutin saat momen hari nasional.
“Surat akan kami kirim sehari dua hari, kita juga akan datangkan tokoh-tokoh pemerintah,” imbuhnya.
Baca Juga: Komunitas Nelayan Puspita Bahari Kampanyekan Bahaya Krisis Iklim di Demak
Salah seorang warga Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Karsih mengaku sudah sepuluh tahun terkena banjir rob. Tidak hanya rumah, lahan persawahan yang dulunya bisa ditanami padi kini berubah menjadi tambak.
“Seharusnya rob bisa ditangani, supaya lebih aman, tidak ada rob lagi,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

