BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang sibuk melayani pembeli es kulkul di Desa Krandon, Gang Mangga, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di tengah keremunan anak kecil itu, ia tampak lihat mencelupkan beberapa buah ke saus cokelat atau stroberi.
Di tengah kesibukannya melyani pembeli, perempuan bernama Azizah itu bersedia berbagi cerita soal jualan es kulkul yang lagi hits di kalangan anak-anak hingga dewasa itu. Menurutnya, ide jualan itu berawal dari iseng ingin mencoba peruntungan bisnis jajanan anak-anak.
“Saat itu lihat ada bapak-bapak jualan Es potong terus ramai anak-anak beli, jadi punya ide ingin jualan juga, tapi ingin yang lebih sehat. Akhirnya coba pakai buah lihat-lihat di TikTok,” ujar ibu satu anak itu, Selasa 08/08/2023.
Baca juga: Jual Es Kulkul yang Viral di TikTok, Tanti Bisa Raup Omzet hingga Rp600 Ribu Sehari
Usaha yang dirintis sebulan lalu itu meruapakan upayanya berkegiatan di sela-sela mengasuh anaknya. Modalnya juga tak besar yaitu hanya Rp130 ribu saja.
“Karena saya Conten Kreator dan bisa cetak banner terus juga bisa desain sendiri jadi lebih irit modalnya,” terangnya.
Untuk pemasaran, biasanya Ia lakukan melalui Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Pemesanan juga bisa dilakukan secara online melalui akun-akun tersebut. Selama satu bulan ini, Azizah mengungkapkan sudah mendapat untung Rp150 ribu per hari.
“Biasanya kalau pesan secara online pakai sistem COD (Cash on Delivery), sekitar jam setengah lima sampai delapan malam,” tutur perempuan yang juga pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) itu.
“Kalau buka di rumah setiap hari mulai pukul 10.00-20.00. Kalau Hari Minggu juga buka di GOR mulai pagi sampai dagangannya habis,” jelas alumni SMK 2 PGRI tersebut.
Untuk harga, ia menjual mulai Rp2 ribu untuk buah melon, stroberi, pisang, dan semangka. sedangkan untuk buah campur harganya Rp3 ribu. Lalu untuk tambahan topping meses biayanya Rp500.
Menurut anak-anak yang saat itu sedang membeli Es Kulkul, mereka mengatakan rasa yang dimiliki enak dan harganya juga murah. Sehingga, banyak anak-anak yang bolak-balik untuk membeli.
“Karena rasanya enak dan harganya murah,” ujar Ayu dan Aina.
Editor: Ahmad Muhlisin

