Kemarau, BPBD Demak Dropping Air Bersih di 58 Desa

BETANEWS.ID, DEMAK – Dampak kemarau mulai dirasakan oleh masyarakat di kabupaten Demak. 58 desa dari 13 kecamatan dilanda kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.

Kabid Kedaulatan Logistik dan Peralatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto, mengatakan terdapat 332 tangki berkapasitas 5.000 liter telah disiapkan untuk dropping air ke beberapa desa yang dilanda kekeringan.

Baca Juga: Oleh-oleh Jambu Demak, Enak Dinikmati Saat Musim Panas

-Advertisement-

“Sampai hari ini kami sudah dropping 79 tangki untuk 14 desa dari 332 tangki. Perkiraan kami ada 58 desa yang nanti mengalami kekeringan yang terdiri dari 13 kecamatan di kabupaten Demak,” katanya di kantor BPBD Demak, Senin (7/8/2023).

Untuk mencukupi kebutuhan dropping air bersih di wilayah yang dilanda kekeringan, pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp 99 juta tahun 2023. Ia menyebut, dalam sehari BPBD Demak dapat mengirim lebih dari enam tangki air kepada masyarakat terdampak.

“Untuk suplai air kita lihat kondisi setiap desa. Seperti hari ini kita kirim enam tangki, tapi setelah kita lihat di lapangan membutuhkan tiga tangki lagi, sehingga jumlahnya sembilan tangki,” imbuhnya.

Ia menerangkan, kekeringan di Kabupaten Demak sudah dirasakan sejak 15 Juli dan diperkirakan akhir bulan Agustus. Terdapat beberapa wilayah yang sumber mata airnya mengalami pengurangan debit air.

“Saat itu sudah mulai ada dua desa yang meminta dropping air. Ketika kita cek sumber mata airnya sudah tidak keluar, seperti di Desa Undaan Kidul Kecamatan Karanganyar dan Desa Babat Kecamatan Kebonagung,” terangnya.

Baca Juga: Abrasi Parah, Desa Bedono Demak Justru Miliki Tutupan Vegetasi Mangrove yang Bagus

Selain sumur, aliran sungai yang dijadikan sumber mendapatkan air bersih juga mulai mengering. Jika situasi itu terus berlanjut, ia memperkirakan jumlah dropping air akan terus mengalami peningkatan.

“InsyaAllah kita akan terus berusaha, karena kita sendiri disuruh mencukupi dropping air setiap hari jelas tidak bisa, paling tidak satu minggu sekali atau empat hari sekali,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER